Setelah heboh nonton iklan dibayar sekarang ada lagi aplikasi yang menawarkan bayaran yaitu aplikasi snack video yang menawarkan bayaran. Dan beberapa aplikasi sejenis yang sudah scam seperti tiktok cash. Aplikasi Android Snack Video menawarkan juga menghasilkan uang dengan cara refferal kepada orang lain untuk menggunakan aplikasinnya.

Sekilas tentang Snack Video Aplikasi Menghasilkan Uang

Snack Video merupakan aplikasi yang dikeluarkan oleh perusahaan berbasis di China, yaitu Kuaishou Technology. Aplikasinya sendiri hampir mirip dengan Tiktok dimana aplikasinya membagikan video pendek. Aplikasi ini digadang-gadang menjadi saingan dari aplikasi tiktok, karena ada tencent sebagai investornya.

Beberapa konten yang ada di snack video antaralin video pendek dan live streaming. Di google playstore sendiri aplikasi ini sudah lebih didownload oleh lebih dari 100 juta pengguna.

Aplikasi Android Snack Video Ilegal Menghasilkan Uang

Cara Menghasilkan Uang di Aplikasi Snack Video

Ada dua cara yang bisa menghasilkan uang dari snack video. Pertama, dari live streamer yang menerima gift dari penontonnya. Kedua, pengguna yang mereferensikan kepada orang lain maka mendapatkan imbalan. Saat ini sedang viral di Indonesia tentang menghasilkan uang tersebut.

Untuk saat ini snack video menawarkan uang sebesar 52 ribu untuk orang yang diajak untuk mengunduh aplikasinya dan memasukan kode referal. Dan uangnya bisa ditransfer langsung atau dapat dikatakan dari perusahaan ke pengguna.

Mengapa Snack Video bisa memberikan penghasilan yang besar hanya untuk mengajak orang. Ada kemungkinan ini adalah bentuk dari promosi yang dilakukan aplikasi tersebut, apabila di dunia startup hal ini disebut sebagai “bakar duit”. Hal ini wajar karena yang berada dibelakang aplikasi Snack Video ini adalah tencent, salah satu perusahaan yang mengeluarkan aplikasi dan game yang sudah mendunia.

Dalam aplikasi Snack Video ini kita tidak diminta untuk melakukan top up kepada aplikasi pada saat pendaftaran. Akan tetapi top up kepada akunnya untuk membeli diamonds. Nantinya, diamonds ini bisa dijadikan gift atau hadiah yang diberikan kepada konten kreator yang ada pada aplikasi tersebut.

Download Aplikasi Snack Video Menghasilkan Uang

Penulis menyediakan link download aplikasi Snack Video dengan gratis disini.

Status Legalitas Snack Video

Dalam status legalitas dari OJK bisa dicek dinomor Whatsappnya, yaitu +6281157157157. Apabila kita mengirimkan pesan Snack Video maka akan ditemukan bahwa aplikasi tersebut merupakan entitas ilegal. Dikutip dari detik, Ketua SWI (Satgas Waspada Investasi) OJK Tongam L. Tobing mengatakan bahwa,

“Satgas Waspada Investasi perlu mempelajari lebih jauh mengenai skema yang digunakan Snack Video,” ujar Tongam kepada detikcom, Selasa (16/2/2021).

“Masyarakat perlu waspada apabila diminta untuk membayar sejumlah uang untuk bergabung dalam aplikasi tersebut dan biaya pendaftaran menghasilkan komisi atau bonus bagi pihak yang mengajak,” imbaunya.

Dalam keputusan SWI ini belum ada opini mengapa Snack Video ini masuk ke dalam entitas ilegal. Kemungkinan ada beberapa alasannya, antaralain:

Pertama, Tidak Ada Perusahaan di Indonesia

Saat ini tidak ada perwakilan perusahaan Kuaishou Technology yang ada di Indonesia. Hal tersebut kemungkinan menjadikan bahwa aplikasi tersebut merupakan entitas ilegal. Karena tidak memiliki izin operasional atau komersil yang ada di Indonesia.

Kedua, Bisa Menjadi Ajang Skema Ponzi

Aplikasi ini bisa menjadi Skema Ponzi, apabila dalam aplikasi menghasilkan uang atau perputaran uang antar member. Skema ponzi dalam pengertiannya adalah skema dimana keuntungan atau bonus yang didapatkan member berasal dari member baru atau uang top up.

Ada indikasi snack video menjadi skema ponzi apabila topup dilakukan dengan menawarkan penghasilan yang lebih besar. Misalkan, untuk saat ini apabila bisa mengajak 1 orang maka dibayar sebesar 52 ribu, apabila ponzi maka menawarkan tambahan penghasilan apabila sudah topup.

Ketiga, Sistem Referal Bisnis Jasa (Skema Piramida)

Di perundangan Indonesia referal ini dilarang digunakan tidak ada produk yang dijual. Hal tersebut ada dalam Pasal 9 UU 7 tahun 2014. Dalam Pasal tersebut menjelaskan bahwa kegiatan usaha memperoleh keuntungan bukan dari penjualan barang. Atau dengan kata lain memanfaatkan peluang keikutsertaan mitra usaha terutama dari biaya partisipasi orang lain.

Biasanya juga skema piramida ini memiliki produk, tetapi hal tersebut hanya dijadikan sebagai kedok dari skema yang digunakan. Snack video ini bisa dikatakan sebagai hal tersebut, tetapi tidak ada biaya partisipasi dalam aplikasinya.

Baca Juga: Sekilas Tentang Aplikasi Vtube Bisnis Periklanan

Hati-Hati Download Snack Video

Ada beberapa yang perlu diperhatikan dari mendownload Snack Video untuk menghasilkan uang,

Pertama, Menawarkan Imbalan Lebih Tinggi Apabila Top Up

Berhenti bermain apabila Snack Video menawarkan imbalan yang lebih tinggi apabila pengguna top up. Hal tersebut merupakan salah satu indikasi bahwa aplikasi ini merupakan Skema Ponzi atau Skema Piramida. Dan sudah pasti akan merugikan member terakhir yang ikut ke dalam aplikasi.

Kedua, Menjadikan Penghasilan Utama

Jangan menjadikan referal Snack Video sebagai penghasilan utama. Hal tersebut karena kemungkinan promo referal ini hanya “bakar duit” yang dilakukan oleh aplikasi tersebut. Jadi kemungkinan ada pemberhentian dari promo teresebut. Jadi jangan pernah mengharapkan hal tersebut menjadi penghasilan utama dari aplikasi ini.

Ketiga, Belum Ada Normalisasi dari OJK

Lebih baik untuk tidak dulu menawarkan aplikasi tersebut apabila belum ada normalisasi atau opini OJK terhadap entitas ilegal, karena bisa jadi memang aplikasi tersebut bermasalah. Jangan ada logika terbalik, seperti “Asuransi saja yang diawasi OJK, bisa one prestasi.” Tetapi logikanya dibalik menjadi “Entitas legal saja bisa SCAM, apalagi entitas ilegal”.

Kesimpulan Snack Video Menghasilkan Uang

Pandangan penulis tentang Aplikasi Snack Video ini adalah netral. Melihat OJK juga belum mengeluarkan opini terkait aplikasi tersebut, yaitu opini terkait mengapa ini termasuk kedalam entitas ilegal. Dan juga melihat bagaimana konten promosi ini berlaku, misalkan dengan topup menambah penghasilan maka hal tersebut merupakan ponzi. Akan tetapi untuk sekarang lebih baik menunggu hasil dari analisa yang dilakukan oleh OJK lewat SWI (Satgas Waspada Investasi).