Kenali Skema Bisnis “Monkey Business”, Agar Tidak Gampang Tertipu!

Mendengar kata monkey business, pasti sangat asing dengan kata ini. Mungkin beberapa orang menganggap bahwa monkey business adalah skema bisnis penjualan monyet. Tentu saja bukan seperti itu, maka pada artikel kali ini akan membahas tentang Skema Bisnis monkey business.

Sekilas Tentang Skema Bisnis Monkey Business

Skema Bisnis Monkey Business

Monkey business merujuk pada cara seseorang menipu orang lain untuk menggunakan jasa atau membeli produk miliknya dengan harga yang tidak wajar atau iming-iming hadiah. Padahal produk atau jasa tersebut dapat didapatkan dengan harga murah sebenarnya atau bahkan gratis. Contoh, beberapa kasus monkey business di Indonesia seperti Batu Akik, Tokek dan yang terbaru adalah Tanaman Janda Bolong. Skema bisnis ini juga biasanya digunakan untuk menarik orang untuk berinvestasi di bisnis/ investasi ilegal.

Biasanya monkey business, ditandai dengan naiknya suatu barang atau jasas dengan tidak wajar dan tiba-tiba memiliki harga yang tidak wajar. Monkey business tidak memiliki umur yang panjang, karena produk atau jasa yang ditawarkan tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankan nilainya. Seperti batu akik, ketika penikmat batu akik berkurang maka harga pun lama-lama menjadi turun.

Untuk monkey business yang memiliki umur panjang biasanya sudah ada mitos atau kepercayaan yang mengikuti. Misalkan, barang yang bisa digunakan untuk mengobati sakit tertentu. Monkey business skema efektif digunakan di Indonesia karena kebanyakan latah mengikuti membuat bisnis yang sedang naik daun.

Ilustrasi Skema Bisnis Monkey Business

Untuk lebih memahami terkait monkey business saya akan mengilustrasikan dengan sebuah cerita pendek.

Jadi pada suatu masa ada dua orang kakak (A) beradik (B) yang kaya pindah ke suatu Desa. Di Desa Konoha tersebut, banyak sekali monyet bahkan menjadi hama di wilayah tersebut. Suatu hari, sang A memberikan pengumuman kepada penduduk konoha bahwa dia akan membeli monyet yang ada di desa tersebut untuk dijadikan obat dengan harga 100 ribu.

Merasa bahwa monyet tersebut adalah hama maka penduduk desa pun memburu monyet tersebut setiap hari. Semakin hari jumlah monyet pun berkurang dan semakin sedikit. Suatu ketika A mengumumkan bahwa dia akan menaikan harga dengan menghargai satu monyet dengan harga 300 ribu. Warga konoha pun semakin bersemangat mencari monyet tersebut. Sampai pada akhirnya monyet di desa itu pun habis.

Dalam beberapa hari kemudian, A berencana untuk pergi ke kota. Dan sebelum berangkat A mengatakan kepada seluruh penduduk desa bahwa dia akan membeli monyet dengan harga 1 juta rupiah sepulangnya dari kota, A pun pergi meninggalkan desa. Melihat hal ini, B memberikan pengumuman kepada warga desa bahwa dia akan menjual monyet tersebut. Monyet tersebut akan dijual oleh B seharga 500ribu, dengan iming-iming ketika A kembali dari kota maka waga desa dapat menjualnya. Dan tanpa harus menunggu lama monyet pun habis terjual. Pada keesokan harinya ketika penduduk desa menunggu kepulangan A, mereka tahu bahwa mereka sudah ditipu. Karena B sudah tidak ada dirumahnya.

Begitulah monkey bisnis menawarkan keuntungan dari hal yang tidak ada nilainya bahkan dapat dibilang gratis. Semakin lama, harga memang semakin mahal akan tetapi setelah puncak (jenuh). Kembali menjadi barang yang tidak berharga.

Hikmah Cerita Monkey Business

Produk Barang
Harus Mempertimbangkan Usaha Apa yang Dijalankan

Tidak jarang ketika sesuatu sedang naik daun, masyarakat Indonesia mulai mengikuti membuka bisnis sejenis. Biasanya tanpa melakukan analisa SWOT dan mempertimbangkan umur bisnis. Sangat banyak contoh yang dapat dilihat ketika batu akik sedang booming, mudah menemukan penjualnya namun sekarang susah menemukannya.

Produk Investasi
Jangan Serakah

Kunci dari terhindarnya tertipu oleh bisnis monkey adalah tidak serakah. Karena penawaran keuntungan melebihi yang ditawarkan oleh Bank maka tergiur untuk mengikuti suatu investasi. Mencoba untuk tidak serakah, akan membantu kamu berfikir jernih dan mempelajari terlebih dahulu bisnis investasi yang ditawarkan.

Jangan berinvestasi kepada yang tidak ada nilainya

Saat ini banyak sekali investasi yang menawarkan keuntungan tapi tidak berupa uang, melainkan koin dan poin. Biasanya koin dan poin ini diklaim oleh perusahaan dengan nilai yang sangat tinggi, misalkan 1 poin bernilai 1 dollar. Jangan pernah tergiur dengan hal tersebut, karena ketika nanti uang mu di convert menjadi poin tersebut belum tentu bisa kembali lagi menjadi uang tunai. Anak dan istri kamu tidak membutuhkan poin tetapi membutuhkan uang tunai untuk belanja dan makan.

Jangan Tergiur dengan Iming-Iming Keuntungan di Masa Depan

Bisnis Investasi yang ilegal biasanya mengiming-imingi member atau anggotanya dengan keuntungan di masa depan. Tidak jarang hanya menjual harapan saja, banyak yang bergabung dengan bisnis tersebut. Daripada uang anda di investasikan untuk hal yang belum terjadi lebih baik di investasikan ke yang sudah jelas keuntungannya dan diawasi oleh OJK dan BI seperti Bank Syariah.

Iming – Iming Besar saat Bisnis akan hancur

Apabila kamu merasa sedang mengikuti investasi ilegal saat ini ada baiknya kamu berhati-hati dengan gebyar hadiah yang diberikan oleh perusahaan. Biasanya hal tersebut merupakan tanda-tanda bahwa pertumbuhan investor sudah mulai jenuh atau tidak bertambah. Biasanya ini untuk menarik dana segar dari anggota atau member, nantinya digunakan untuk membayar ‘hutang’ keuntungan ke investor lainnya. Atau yang lebih parah dari itu yaitu uang yang kamu setorkan dibawa lari oleh owner.

Hubungan Monkey Business dan Investasi Ilegal

Sangat erat hubungan antara monkey business dengan Investasi Ilegal seperti Skema Ponzi. Karena biasanya Perusahaan Investasi Ilegal akan melakukan penawaran menarik agar banyak yang mengikuti bisnisnya. Dan pada saat waktunya owner akan menggondol uang anggotanya.

Untuk di Indonesia sendiri kasus seperti ini sangat sulit dihukum baik perdana atau pun perdata. Karena perusahaan sudah mengatur sedemikian rupa bagaimana tidak bisa dipidana. Seperti contoh kasus memiles yang didakwa 2 pasal tentang perdagangan dan penipuan, owner atau founder dibebaskan. Hal ini karena di Indonesia belum ada hukum khusus untuk menjerat palaku skema ponzi.

Baca juga beberapa artikel luminesia terkait Investasi Ilegal disini.

Leave a Reply

Scroll to top