Vtube Aplikasi Menonton Video Dapat Uang Penuh dengan Tipu Daya

Saat ini tengah booming yang dinamakan dapat uang dari rumah. Akan tetapi dengan boomingnya hal tersebut, banyak juga aplikasi atau jenis lainnya untuk menipu orang lain. Salah satunya adalah vtube, aplikasi yang menawarkan bayaran untuk siapa saja menonton video yang disediakan.

Sekilas tentang Vtube Aplikasi Menonton Video

Vtube merupakan aplikasi yang dirancang oleh PT Future View Tech, mereka menawarkan bayaran dua ratus ribu sampai tujuh puluh juta untuk siapa saja yang menonton iklan dalam aplikasi. Pendaftarannya pada aplikasi vtube gratis, tetapi mereka meminta beberapa seperti NIK Kartu Tanda Penduduk. Dalam aplikasinya vtube akan memberikan poin kepada member yang sudah menonton iklan dan nantinya dapat ditukarkan dengan uang tunai.

Izin Perusahaan Vtube Aplikasi Menonton Video

Apabila kita search google dengan kata kunci “izin vtube”, maka akan keluar beberapa surat seperti tanda daftar penyelenggara elektronik dan izin operasional/ komersil dan Izin Usaha Industri dari pemerintahan. Akan tetapi apabila melihat dari surat tersebut masih banyak persyaratan yang masih belum dipenuhi oleh vtube, seperti dalam surat kominfo penyelenggara elektronik vtube harus memberikan bukti sertifikat keamanan informasi dan yang lain-lain. Update terbaru kominfo telah mencabut izin penyelenggara elektronik vtube karena telah masuk ke dalam entitas ilegal Satgas Waspada Investasi.

Aplikasi Menonton Video (Vtube) di Playstore

Walau pun aplikasi vtube sudah ada di playstore bukan berarti aplikasi vtube tidak melakukan penipuan. Karena playstore merupakan open source dimana setiap orang dapat mengirimkan/ mengupload aplikasi ke google playstore. Hanya dengan membayar $25 atau sekitar Rp 270.000 seseorang sudah dapat mengupload aplikasi sendiri. Google tidak memverifikasi bahwa aplikasi yang diupload ke playstore tidak melakukan penipuan, akan tetapi google hanya meminta untuk adanya keamanan data pelanggan yang harus dipenuhi.

Sekelas tokopedia (ecommerce) yang sudah menjadi unicorn saja, baru-baru ini kecolongan data konsumen dijual. Apalagi aplikasi sekelas vtube, rawan akan penjualan data dan bisnisnya juga ilegal. Karena untuk persyaratan izin dan yang lainnya masih belum dilengkapi.

Coba Anda lihat di rating playstorenya tapi jangan yang bintang lima sudah pasti hanya yang bagus saja dan merupakan member loyal vtube yang ingin mengelabui member baru. Apabila dilihat untuk rating satu disitu ada beberapa kendala dan keluhan:

  • Dalam sebulan(40 hari) untuk pemula mendapatkan hanya 12 VP (Vtube Poin)
  • Terdapat VP yang ditahan untuk jual-beli VP yaitu 10VP, jadi member hanya mendapatkan 2 VP sebulan atau Rp. 30.000
  • Terdapat banyak bug seperti tidak bisa login, tidak muncul videonya, force close dan yang lainnya
  • Untuk melanjutkan misi ke level atau bintang 2, harus membeli 100 VP senilai 1,6 juta (1 VP = 1 dolar US)
  • Pembelian VP ada yang gagal dan tidak bisa refund
  • Dan masih banyak keluh kesah member lainnya, bisa Anda lihat sendiri di halaman playstore aplikasi Vtube.

Vtube Jelas Penipuan

Vtube Tidak Mempunyai Website Resmi

Para leader vtube sering mengatakan bahwa yang dikerjakannya adalah bisnis 4.0 (digital), tapi untuk website sendiri vtube tidak memilkinnya. Sangat menggelikan menyebut diri sendiri sebagai bisnis digital akan tetapi tidak memiliki website sendiri. Padahal untuk membuat website tidak membutuhkan waktu yang lama, satu bulan saja sudah cukup untuk membuatnya dan dan sudah terintegrasi. Apalagi vtube mengaku sebagai perusahaan teknologi semestinya memiliki tim IT yang mumpuni.

Bisnis Periklanan Bukan Seperti Vtube

Vtube mengaku dalam membayar para membernya mereka mendapatkan uang pemasukan dari yang memasang iklan di aplikasi. Pernah juga membaca di sosial media bahwa vtube salah satu pemasukannya adalah dari Google Adsense (Penyedia Iklan Google). Akan tetapi hal ini penuh keganjilan, karena bisnis iklan yang sebenarnya bukan seperti yang vtube lakukan.

Dalam Google Adsense juga ada peraturan dimana kita dilarang untuk memerinta orang lain untuk mengklik iklan yang ada dengan paksaan/ disuruh untuk melakukannya. Apabila terindikasi hal tersebut biasanya Google Adsense akan membanned akunnya yang menyebabkan tidak akan menerima lagi pembayaran dari google adsense.

Keganjilan bisnis iklan yang dijalankan oleh vtube ada pada orang yang menonton iklan akan tetapi dibayar. Hal ini kebalikannya dari konsep iklan sekarang dimana pemasang iklan memang menginginkan iklannya dilihat banyak orang, tetapi juga pemasang iklan mengiginkan pembeli produk yang di iklan kan. Artinya iklan di vtube sasaranya bukan orang yang mencari produk/ seorang konsumen, tetapi orang yang ingin mendapatkan penghasilan/ pekerja dari menonton iklan.

Bisnis Periklanan Yang Asli

Bisnis periklanan yang asli, konsepnya selain menampilkan produk kepada masyarakat luas adalah mengkonversi pendengar/ melihat iklan melakukan pembelian produk atau jasanya. Yang terjadi di vtube penonton iklan adalah orang yang mencari penghasilan dari sana, jelas bukan sasaran untuk menawarkan produk.

Contoh video iklan di youtube hanya untuk pembuat kontennya, karena yang menjadi sasarannya adalah penonton yang suka rela menonton tanpa iming-iming dibayar. Youtube juga sudah memiliki algoritma nya sendiri, dimana iklan yang tampil terdirect langsung kepada konsumen sesuai dengan target pemasang iklan.

Hanya pemasang iklan yang bodoh yang mau memasang iklannya di vtube, karena sudah pasti konversi dari yang melihat iklan menjadi pembeli produk akan sangat minim bahkan tidak ada.

Skema Ponzi Pada Operasional Vtube

Sekilas tentang Skema Ponzi

Skema ponzi atau serung dikenal dengan arisan berantai di Indonesia, merupakan kegiatan pengumpulan dana dimana keuntungan atau bonus yang diberikan kepada member berasal dari uang member sendiri. Misalkan ada bisnis yang menawarkan investasi dengan keuntungan 10% perhari, maka keuntungan tersebut biasanya berasal dari member sendiri atau member baru.

Dalam skema ini memberikan keuntungan hanya di awal saja, tetapi hal ini tidak akan lama berlangsung karena bebas skema dan tidak ada penambahan member. Biasanya skema ini diakhiri dengan scam atau uang member dilari kabur oleh pengelola bisnis. Apabila anda nekat mengikuti skema ponzi maka anda termasuk maling karena keuntungan yang didapat merupakan uang dari member baru. Contoh skema ponzi yang pernah ada di Indonesia adalah Koperasi Pandawa.

Bentuk dari skema ini berbagai macam mulai dari koperasi, forex, perdagangan uang digital (cryptocurrency), MLM dan jenis bisnis lainnya. Tapi ada beberapa ciri untuk mengetahui suatu bisnis menjalankan sistem ponzi, antaralain:

  • Mendapatkan bonus besar apabila bisa mendapatkan member baru
  • Menawarkan keuntungan yang tidak wajar. Bunga acuan Bank Indonesia bisa menjadi acuan wajar dan tidaknya keuntungan yang ditawarkan oleh suatu bisnis.
  • Harus membayar uang lebih untuk mendapatkan keuntungan yang lebih dari sebelumnya atau percepatan
  • Fokus kepada mendapatkan member baru dibandingkan dengan menjual produk (bahkan tidak menjual produk sama sekali)
  • Tidak memiliki laporan keungan yang jelas

Baca Juga: Skema Ponzi Real Sultan (Bayar 1,5 juta dapat 150juta)

Operasional Vtube dan Skema Ponzi

Dalam operasional vtube terdapat skema ponzi yang dilakukan, yaitu ada pada VP (vtube point). Dimana member mendapatkan VP apabila telah menonton video yang telah disediakan oleh vtube. Akan tetapi VP ini tidak bisa langsung ditukarkan menjadi uang tunai, karena VP tidak dibeli oleh Vtube melainkan member harus menjual sendiri di tempat yang sudah disediakan oleh vtube. VP sendiri biasanya dibeli oleh member baru atau member yang ingin mendapatkan keuntungan lebih dengan cara naik level di aplikasi vtube.

Jelas bahwa yang dilakukan ini adalah skema ponzi yang dilakukan oleh vtube. Dimana vtube hanya memberikan bonus kepada yang menonton video berasal dari uang member lainnya yang membeli VP. Vtube bukan hanya melakukan skema ponzi tapi juga memeras member, dimana untuk penjualan VP membebankan potongan untuk setiap transaksinya.

Walaupun pendaftaran gratis, tetapi mengumpulkan VP tidak semudah membalikan telapak tangan. Untuk naik level saja perlu waktu berbulan-bulan, padahal awalnya aplikasi vtube menjanjikan satu bulan saja sudah bisa naik level. Mengapa demikian? Karena agar orang yang tidak sabaran membeli VP yang sudah di sediakan vtube dan ini kecurangan selanjutnya.

Vtube Aplikasi Menonton Video Duplikasi Memelis

Sudah banyak sistem yang sama dengan vtube bertumbangan sebelumnya, salah satu kasusnya adalah memelis. Memelis juga menawarkan jasa iklan yang sama seperti vtube didalamnya ada menonton iklan dan memasang iklan dan pada akhirnya scam. Apakah vtube akan bubar? Sudah pasti vtube akan bubar. Karena dengan sistem yang sekarang memerlukan member baru terus-menerus untuk adanya perputaran uang, apabila tidak ada pertumbuhan maka sudah pasti akan bubar.

Bukannya vtube banyak iklan yang ditampilkan? Mudah mengindentifikasi bahwa iklan di vtube bukan iklan asli atau vtube hanya mengambil video untuk disajikan di aplikasinya. Soalnya siapa juga yang mau membayar untuk pemasangan iklan di suatu aplikasi yang membayar membernya untuk menonton. Sudah pasti penontonnya bukanlah target sasaran pemasang iklan.

Semakin lama dan banyak member yang ikut masuk ke dalam vtube, maka pertukaran VP akan terhambat. Karena semakin banyak orang yang mau menjual VPnya dibanding utuk membelinya.

Vtube Aplikasi Menonton Video Termasuk Bisnis Ilegal

Satgas Waspada Investasi (SWI), organisasi yang dibuat oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk mengawasi investasi yang dianggap ilegal tanpa izin atau investasi yang berpotensi merugikan orang lain. SWI sudah memasukan vtube kedalam salah satu entitas ilegal yang harus dihentikan operasionalnya. Karena menawarkan investasi uang tanpa izin dengan menawarkan keuntungan.

Gabung Juga Gak Apa-Apa kan Gratis?

Ada beberapa orang yang kadung bergabung dengan vtube menolak realita yang ada bahwa aplikasi yang mereka gunakan merupakan penipuan. Sampai terdapat istilah “Gabung juga gak apa-apa kan Gratis”, menurut saya ini adalah pernyataan yang bodoh alasannya antaralain:

  • Menonton vtube menghabiskan waktu.
  • Resiko data diri diperjual-belikan.
  • Mendapatkan bayaran dalam bentuk sampah. Mengikuti vtube berarti Anda mendapatkan bayaran sampah (VP). Karena yang Anda dapatkan bukanlah uang, tetapi hanya mendapatkan poin dimana tidak bisa dibelanjakan apa-apa. VP juga tidak bisa langsung ditukar menjadi rupiah, tetapi harus diperjual belikan sesama member. Yakin VP kamu terjual?
  • Merugikan orang lain. Mengajak orang lain untuk bergabung vtube, berarti Anda telah melakukan kezaliman kepada orang lain. Karena hasil yang didapatkan pastinya tidak sebanding dengan yang dikorbankan kuota dan waktu. Dan member baru juga harus membeli VP dari member lama.
  • Jual VP akan semakin susah. Semakin bertambahnya member maka yang terjadi bukannya menjadi gampang dalam menjual VP akan tetapi menjadi susah. Hal ini disebabkan pasti permintaan member untuk VP semakin berkurang, sedangkan penjualan VP semakin bertambah.

Agar kamu dapat mengetahui terkait Skema Ponzi dan bisnis apa saja yang termasuk kedalamnya, bisa bergabung di Grup Facebook Masyarakat Anti Ponzi.

Leave a Reply

Scroll to top