Kupas Tuntas Aplikasi Vtube Bisnis Penipuan Berkedok Periklanan

Saat ini makin banyak aplikasi bermunculan yang menawarkan keuntungan, bonus, hadiah dan lain-lain. Salah satunya adalah Vtube, aplikasi menonton iklan yang dijanjikan mendapatkan uang dengan hanya menonton iklan. Artikel kali ini akan membahas sekilas tentang aplikasi vtube dan kedok penipuan berbalut bisnis periklanan.

Sekilas Aplikasi Vtube Bisnis Periklanan

aplikasi vtube bisnis periklanan

Vtube merupakan aplikasi yang dikeluarkan oleh PT Future Tech Indonesia. Kantor vtube sendiri ada di alamat Lantai 2 Gedung Kinanti Building, Jl. Epicentrum Tengah No.3. Aplikasi ini menjanjikan keuntungan bagi siapa saja yang menonton iklan di aplikasi. Akan tetapi bayaran yang diterima oleh member merupakan VP (Vtube Poin) bukan uang tunai. VP sendiri vtube klaim memiliki nilai sebanyak 1 dollar.

Legalitas Aplikasi Vtube Bisnis Periklanan

Sebenarnya vtube atau pt future view tech ini telah memiliki izin pada awalnya yaitu izin industri dan kominfo. Akan tetapi update terbaru mengatakan bahwa izin yang telah dikeluarkan oleh Kominfo sudah dihapus. Karena mengacu kepada surat edaran Satgas Waspada Investasi (SWI) pada bulan Juni 2020, yang memasukan vtube kepada entitas investasi ilegal.

By the way sedikit intermezo, banyak member vtube yang senang karena vtube tidak masuk ke daftar SWI bulan September 2020. Mereka menyangka bahwa daftar tersebut setelah 3 bulan berlalu dan tidak masuk lagi ke dalam daftar maka statusnya diputihkan. Akan tetapi cara kerja daftar SWI tidak seperti itu, ketika sudah masuk daftar maka status ilegalnya tidak dihapus dan tidak akan dimasukan kembali kedaftar berikutnya. Kecuali sudah ada surat normalisasi yang dikeluarkan oleh SWI untuk perusahaan tersebut.

Cara Daftar Aplikasi Vtube Bisnis Periklanan

Pada awalnya untuk mendaftar vtube diharuskan untuk mengupload foto KTP dan foto selfie bersama KTP. Akan tetapi pada saat ini yang saya tahu hanya sebatas nomor handphone. Karena mungkin banyak member yang mengeluh dan banyak juga masyarakat umum yang ganjil dengan persyaratan KTP maka dihilangkan. Akan tetapi pada bagian verifikasi nanti diminta untuk mengisi nomor KTP, jelas ini sangat riskan untuk disalah gunakan.

Apakah Bisnis Vtube Bisa Mengalahkan Youtube?

Tentu saja jawabannya adalah tidak bisa. Kenapa demikian? Karena digital advertasing yang dilakukan vtube jelas berbeda dengan youtube. Dan sudah pasti vtube tidak bisa menjadi youtube v.2.0 nya. Karena apabila dilihat sistem keuangan pun lebih baik youtube di bandingkan vtube. Dimana sistem youtube membagi hasil iklan dengan youtuber, sedangkan vtube dengan banyak member untuk satu brand (dalam bentuk VP). Selain itu pemasukan lainnya youtube adalah adanya youtube premium dimana penonton bisa menikmati video tanpa ada iklan.

Vtube Merupakan Skema Ponzi

Sedikit tentang Skema Ponzi

Skema Ponzi merupakan salah satu cara penipuan. Dimana pelaku menawarkan keuntungan dan bonus kepada korban dengan tidak wajar dan semua yang didapatkan oleh korban merupakan uangnya sendiri atau korban baru dari ponzi.

Baca juga: Ciri dan Modus Investasi Ilegal di Indonesia

Dimana Letak Skema Ponzi Vtube?

Walau pun memiliki pendaftaran gratis, secara jelas vtube merupakan skema ponzi. Skema ponzi vtube ditutupi dengan perpindahan uang antara member setelah pendaftaran yaitu jual-beli VP. Dalam jual beli VP ini vtube memiliki keuntungan antara lain, harus ada VP yang ditahan dan komisi/ pajak yang diterapkan Vtube untuk setiap kali pencairan. VP yang ditahan sendiri atau tidak bisa ditransaksikan adalah 10 VP atau sekitar Rp. 150.000. Sedangkan untuk komisi atau pajak potongan diambil dan diatur oleh vtube berbeda-beda sesuai dengan level member.

Ponzi yang ketara di vtube lainnya adalah ketika member membeli aktivasi level misi. Contoh untuk level bintang 6 dengan 1 paket total biaya aktivasinya adalah 10 ribu VP atau 150 juta rupiah. Dijanjikan setiap member dalam 40 hari akan mendapatkan imbal balik sebesar 3.500 VP atau 52,5 juta rupiah. Disini terlihat jelas sekali ponzinya, bahwa member ketika ingin mendapatkan hasil yang lebih maka harus membeli atau upgrade level.

Liciknya vtube mereka membuka pendaftaran memang gratis akan tetapi member gratis tidak akan mendapatkan keuntungan. Karena dalam 40 hari menyelasaikan misi hanya bisa maksimal mendapatkan 2 VP yang bisa ditarik oleh member atau 30 ribu rupiah. Hal ini akan mendorong member untuk melakukan pembelian paket misi atau upgrade level member.

Percakapan Whatsapp Netizen dengan OJK dan Kominfo Tentang Vtube

Sebagian member vtube apabila diingatkan dan diperlihatkan screenshoot whatsapp antara netizen dengan OJK dan Kominfo tentang legalitas dan izin vtube. Maka member vtube menyanggah hal tersebut, sanggahannya antaralain:

  • Masa OJK dan Kominfo punya nomor WA.
  • Kok WA dibalas panjang lebar oleh OJK dan Kominfo, Settingan ini mah.

Member vtube mungkin tidak tahu akan tetapi OJK dan Kominfo memiliki nomo WA nya sendiri dapat dilihat di website masing-masing dan untuk Kominfo ada di Website Aduan Konten. Sedangkan untuk menjawab keheranan vtuber untuk nomor 2, kita dapat jelaskan bahwa pada whatsapp ada yang dinamakan chatbot. Dimana ketika ada kata kunci yang dimasukan akan muncul pesan otomatis yang sudah diatur.

Keganjilan Aplikasi Vtube Bisnis Periklanan

Pertama, Izin Industri Bukan Advertising (periklanan)

Izin usaha kemenkumham vtube merupakan izin untuk jasa komputer (service komputer) bukan untuk bisnis advertising. Pada izin yang sudah banyak disebar oleh member vtube maka dapat dilihat bahwa nomor kblinya adalah 62090. Kbli kelompok 62090 merupakan izin usaha dengan kelompok kegiatan TI dan Jasa komputer lainnya seperti pemulihan kerusakan komputer, instalasi (setting up) personal komputer dan instalasi perangkat lunak. Sedangkan, untuk advertasing sendiri memiliki kode 7310 tentang jasa periklanan.

Semua kode kbli dapat dilihat di website izin.co.id.

Kedua, VP Tidak Bisa dicairkan tetapi diperjual-belikan sesama member

Apabila melihat member mempromosikan tentang vtube maka mereka akan menyebut bahwa Anda akan dibayar karena menonton iklan. Akan tetapi pada kenyataannya VP tidak bisa langsung dicairkan atau diuangkan, harus melalui jual-beli di exchange. Bagaimana apabila VP tidak laku? Vtube tidak menjamin VP member untuk dibeli langsung, tetapi diusahakan agar ada perusahaan pengiklan yang membeli (kalau ada perusahaan asli yang mau iklan). Ditambah yang tidak mengenakan lagi adalah adanya potongan yang dilakukan oleh vtube untuk setiap penarikan. Dan ini sangat besar untuk member yang berada pada level yang kecil atau menggunakan vtube gratis.

Ketiga, Website Resmi Perusahaan Tidak Bisa Diakses

Suatu perusahaan dalam bidang teknologi tetapi tidak bisa diakses, berarti ada yang salah apabila sistemnya lemah (dibobol hacker) atau kedua diblokir oleh Kominfo. Kedua alasan tersebut tidak ada yang mengenakan. Dibobol hacker berarti data pribadi rawan dipakai yang tidak-tidak dan kalau di blokir Kominfo sudah pasti ada yang salah dengan perusahaan vtube.

Tapi kalau untuk kasus Vtube Saya yakin karena Kominfo yang blokir, karena mengacu pada surat edaran SWI maka semua aktifitas operasional vtube seharusnya dihentikan begitu pun websitenya. Sebenarnya untuk perusahaan yang “benar” menjalankan bisnisnya, maka sangat mudah untuk mengajukan banding kepada Kominfo agar websitenya bisa diakses kembali.

Keempat, Bisnis Periklanan Tidak Seperti yang Vtube Lakukan

Perusahaan beriklan bukan untuk iklannya dilihat saja, tetapi menginginkan konversi menjadi sebuah action contohnya pembelian produk atau jasa. Member vtube jelas bukan target market yang baik karena mindsetnya bukan mengeluarkan uang, tetapi mendapatkan uang. Sangat lucu apabila ada perusahaan bonafit yang mengiklan di vtube, jelas manager marketingnya saat itu juga dipecat.

Kelima, (Hal yang Lucu) Member Membayar Untuk Menonton Iklan

Yang sangat lucu dari member vtube ini, mereka tidak sadar bahwa sedang digiring untuk membeli paket yang telah disediakan oleh vtube. Mereka rela membayar untuk Fast Track dengan uang tunai (rupiah) dan ditukarkan dengan VP yang belum jelas laku atau tidak. Sesuatu yang diluar logika menukarkan uang dengan VP yang hanya kode binary yang semua orang juga bisa membuatnya. Lebih menggelikan lagi member dari vtube percaya saja dengan harga yang dipatok oleh perusahaan yaitu 1 VP sama dengan 1 dolar.

Keenam, Sosial Media Official Perusahaan Tidak Ada

Saya tidak menemukan adanya akun official vtube di berbagai sosial media. Ada beberapa dengan embel-embel official akan tetapi jelas bukan pekerjaan perusahaan yang bergerak di bidang IT, konten dan engagement sangat sedikit. Dapat dilihat bahwa vtube merupakan perusahaan yang tidak profesional.

Ketujuh, Jalur Gratis Tidak Akan Untung di Vtube

Aplikasi ini memang gratis akan tetapi tidak worth it apabila menjalankan misi yang vtube berikan. Dalam 40 hari asumsi member selalu selesaikan misi maka poin maksimal yang didapatkan adalah 12 VP. Untuk VP yang bisa dicairkan hanya 2 karena 10 harus menjadi deposit wajib member pada aplikasi vtube. Jadi untuk 40 hari yang telah dihabiskan hanya mendapatkan 2 VP atau setara 30 ribu rupiah, itu pun belum dengan biaya penarikan yang dipungut oleh aplikasi vtube. Bayangkan 40 hari hanya mendapatkan 30 ribu rupiah, untuk membeli kuota pun tidak akan cukup untuk menambal kuota yang dipakai untuk menonton iklan pada aplikasi.

Apabila kita hitung-hitungan maka yang dihasilkan oleh member vtube yang gratis adalah seribu per hari (belum dikurangi biaya penarikan). Kenapa yang gratis susah mendapatkan keuntungan? Karena member digiring untuk membeli paket misi atau upgrade level keanggotaanya.

Delapan, VP Bisa Ditambahkan Tanpa Menjalankan Misi

Pada beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 29 September 2020 sempat aplikasi vtube tidak bisa dibuka. Sampai management mengumumkan bahwa terdapat masalah yang tidak terduga yang menyebabkan aplikasi tidak bisa diakses. Dalam pengumumannya juga diberitahukan bahwa pada hari itu siapa pun membernya akan dianggap telah menyelesaikan misi dan mendapatkan VP secara gratis. Dari hal ini kita dapat melihat bahwa VP sebenarnya merupakan hal yang tidak ada harganya, bahkan perusahaan pun memberikan VP secara cuma-cuma.

Hitungannya seperti ini satu hari per member maksimal mendapatkan 0,3 VP apabila dikalikan 1 juta member (dari minimal jumlah download aplikasi di playstore), maka akan terproduksi 300 ribu VP atau senilai 4,5 Milyar. Normalnya perusahaan tidak akan memberikan hal tersebut dengan cuma-cuma, karena memang VP tidak ada harganya maka diberikan gratis kepada member. Berapa pun jumlah VP yang dikeluarkan oleh Vtube maka perusahaan tidak akan merugi karena pencairan VP adalah jual-beli antar member, bukan dibayar perusahaan.

Dari pembahasan diatas kita bisa asumsikan bahwa perusahaan dapat membuat VP sesuai dengan jumlah yang mereka inginkan. Saya mencurigai bisa saja management vtube membuat akun palsu, lalu menjual VP yang dapat mereka buat sebanyak yang mereka mau.

Sembilan, Video Iklan di Play Sendiri oleh Member Vtube

Iklan dimana pun berada bukanlah sesuatu yang kita cari baik di sosial media seperti Facebook, Instagram dan Twitter serta Youtube. Iklan akan muncul secara acak, dan yang dimainkan pun merupakan iklan acak. Kita merasa bahwa hal itu acak, tetapi itu merupakan sesuatu yang sudah dirancang agar iklan muncul pada orang yang tepat (ketertarikan yang sesuai).

Berbeda dengan yang dijalankan oleh Vtube, iklan yang ada di vtube dicari oleh member lalu diplay untuk dimainkan. Apakah perusahaan lebih tertarik memasang iklan di Vtube? Jelas tidak di Vtube berarti orang yang menonton iklan bukanlah target yang sesuai dengan keinginan pemasang iklan. Dan member vtube bukan merupakan target iklan yang tepat, karena niat mereka menonton iklan untuk mendapatkan uang bukan belanja.

Sepuluh, VP Diperjual-Belikan Member Tidak Di Jual Kepada Pengiklan

Untuk mencairkan VP yang ada pada aplikasi Vtube maka diharuskan untuk mempromosikannya di pasar VP. Nantinya VP akan dibeli oleh member yang akan bergabung dengan Vtube dan langsung ingin upgrade level. Apabila VP ini tidak terjual dalam waktu 7 hari, maka Vtube menjamin akan membelinya. Apakah demikian? Untuk sekarang saya pikir ini hanya angin segar yang diberikan kepada member agar tenang. Dan ketika jenuh (tidak ada beli VP) maka dipastikan vtube akan mengalami SCAM.

Vtube juga mengklaim tidak akan bagkrut dengan banyaknya VP yang beredar untuk dijual, karena perusahaan akan menawarkan VP kepada pengiklan. Logikanya kenapa harus menunggu VP membludak dan tidak menawarkan langsung kepada pengiklan. Toh sama saja Vtube dengan klaimnya diawal akan membeli VP apabila tidak terjual.

Dalam poin sepuluh ini dapat dilihat bahwa Vtube mempunyai keuntungan yang besar akan tetapi tidak mau untuk berbagi dengan member. Dan member tidak ada hubunganya dengan bisnis adverising digital yang dilakukan oleh vtube, hanya sebagai peramai jual beli VP.

Iklan Ditonton karena Massa bayaran, Adakah yang beriklan?

Sejak adanya media massa tulis, kita sudah dikenalkan dengan namanya iklan. Iklan mulai berkembang melalui media lain seperti radio, televisi dan terbaru adalah media internet. Untuk apasih perusahaan melakukan iklan, jelas perusahaan membayar jasa penyedia iklan bukan hanya untuk ditonton dan didengar saja. Akan tetapi perusahaan menginginkan adanya penjualan dari iklan yang dipasang. Apakah perusahaan akan senang dengan massa bayaran? Sudah pasti tidak. Karena jelas yang menonton atau mendengar iklan di vtube hanya ingin mendapatkan uang, bukan mengeluarkan uang untuk berbelanja.

Psikologi Kita Tidak Ingin Menonton Iklan

Iklan dari awal media massa cetak sampai sekarang berkembang menjadi audio visual merupakan hal yang tidak diinginkan. Logikanya apabila ada iklan di youtube sudah pasti di skip oleh kita, bahkan youtube menyediakan fitur premium yang tidak ada iklannya. Hal ini tidak berlaku pada youtube, platform yang lain pun melakukan hal yang sama seperti spotify dan lainnya. Contoh yang lainnya adalah iklan di TV, apakah kita menunggu film yang ditayangkan atau menunggu iklan favorit? Adakah yang menonton TV menunggu iklan favoritnya muncul, bukan acara TV favoritnya.

VP Sama Dengan Gopay dan OVO

Ada beberapa member vtube mengatakan bahwa VP itu dapat disamakan dengan Gopay dan OVO. Apakah benar sama? Jelas berbeda. Untuk menjadi salah satu perusahaan electronic money seperti Gopay, OVO dan Shopeepay tidaklah mudah. Banyak persyaratan dan izin yang perlu dipenuhi dan untuk uang elektronik baru harus ada izin dari Bank Indonesia (BI).

Mendapatkan izin dari BI untuk mendapatkan izin sangatlah susah, kita dapat melihat bagaimana beberapa ecommerce yang ada tidak menggunakan uang elektronik sendiri seperti Tokopedia dan Bukalapak. Tokopedia dan Bukalapak yang notabene sudah diakui dunia dengan menyandang stratup unicorn di Indonesia tidak bisa mendapatkan hal itu, apalagi Vtube yang sudah masuk ke dalam entitas ilegal Satgas Waspada Investasi.

VP apabila dibandingkan dengan uang elektronik lain sangatlah berbeda, perbedaannya antaralain:

  • Uang elektronik asli tidak ada penambahan atau pengurangan nilai. Disini maksudnya adalah apabila kita top up 10 ribu maka saldonya adalah 10 ribu. Sedangkan satu VP dihargai satu dollar.
  • Izin BI diperlukan karena perusahaan tersebut mengumpulkan dana masyarakat dan dirubah menjadi uang elektronik.
  • VP tidak bisa digunakan di mana-mana hanya dikalangan komunitas, itu pun hanya jual-beli VP. Sedangkan uang elektronik bisa digunakan untuk membayar barang belanjaan.

Aplikasi Vtube Bisnis Periklanan Kerjasama Dengan Adsense

Beberapa member walau pun video iklan bukan dari perusahaan asli, ada kemungkinan berasal dari Adsense atau Admob. Jelas Adsense atau Admob tidak bisa masuk ke dalam aplikasi Vtuber karena beberapa alasan, antaralain:

  • Adsense atau Admob melarang massa suruhan untuk melakukan menonton atau mengklik iklan palsu. Apabila terjadi demikan biasanya akan terjadi banned pada adsense atau admob.

Enaknya Jadi Aplikasi Vtube Bisnis Periklanan Bukan Jadi Vtuber

Menjadi perusahaan yang membuat aplikasi vtube sangatlah menguntungkan. Ada beberapa hal yang dapat menguntungkan aplikasi vtube, antaralain:

  • Vtube tidak memiliki pengeluaran untuk membayar member
  • Perusahaan mendapatkan uang dari biaya penarikan yang didapat dari jual-beli VP antar member
  • Mendapatkan uang dari aktivasi paket misi atau upgrade level
  • Apabila VP mengalami penumpukan, maka Vtube tidak membelinya akan tetapi berusaha menjual ke pengiklan (Kalau pengiklannya ada beneran)
  • Bila terjadi SCAM maka Vtube akan berkelak dengan alasan uang member tidak diberikan ke perusahaan dan jual-beli VP dilakukan member.

Ada pun kerugian menjadi Vtuber, antaralain:

  • Jalur Fast Track
    • Apabila SCAM Perusahaan tidak akan mengganti VP
    • VP kemungkinan menumpuk dan tidak akan laku
    • Menghabiskan waktu untuk hal yang tidak bemanfaat
  • Jalur Gratis
    • Menghabiskan waktu
    • Penghasilan kurang dari seribu perhari. Dengan hitungan 40 hari maksimal 12 VP dan yang dicairkan hanya 2 VP atau 30 ribu belum termasuk potongan.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita terkait ponzi, apabila bermanfaat jangan lupa untuk di share. Terimakasih.

Leave a Reply

Scroll to top