OPINI: Relaksasi PSBB Saya Dukung, Tapi . .

Awal bulan Mei, pemerintah Pusat mencanangkan adanya relaksasi PSBB. Relaksasi PSBB ini adanya kelonggaran untuk transportasi umum tetap berjalan dan membuka mall/ pasar secara bertahap. Hal ini dimaksudkan dengan cara untuk menghidupkan kembali ekonomi Indonesia. Dalam hal ini kebijakan relaksasi psbb ini saya dukung akan tetapi ada beberapa syarat.

Relaksasi PSBB Saya Dukung

Ada beberapanegara yang sudah melonggarkan karantina wilayah atau relaksasi terdapat dua negara, yaitu China dan Korea Selatan. Untuk kebijakan yang diambil oleh kedua negara ini berbeda akan tetapi bisa menekan jumlah positif covid selama 2 bulan lebih.

Negara China menerapkan karantina wilayah atau lockdown, mereka mengkarantina wuhan dan negaranya sebagai wilayah pertama adanya virus covid ini.

Sedangkan, untuk negara Korea Selatan tidak menerapkan lockdown, akan tetapi social distancing, rapid test massal dan melacak pergerakan orang-orang. Dalam melacak pergerakan ini setiap orang harus mendownload aplikasi, disitu masyarakat diminta untuk melaporkan kegiatan mereka seperti pergi kemana dan ketemu siapa.

Tentang Herd Immunity

Sejak adanya wacana relaksasi PSBB di Indonesia banyak yang mengaitkan hal tersebut dengan Herd Immunity. Apa itu herd immunity? Dilansir dari aljazeera, Herd Imunity/HI mengacu pada situasi dimana cukup banyak orang dalam satu populasi yang memiliki kekebalan terhadap infeksi sehingga dpt secara efektif menghentikan penyebaran penyakit.

Terdapat dua cara dalam melaksanakan Herd Immunity ini. Pertama, adalah dengan vaksin dan Kedua, dengan cara membiarkan orang untuk terinfeksi oleh virus atau penyakit sehingga mendapatkan kekebalan alami.

Herd immunity tercapai ketika mayoritas populasi tertentu, sekitar 70 hingga 90%, menjadi kebal terhadap penyakit menular, baik karena mereka telah terinfeksi dan pulih atau melalui vaksinasi. Ketika itu terjadi, penyakit ini cenderung menyebar ke orang-orang yang tidak kebal, karena tidak ada cukup pembawa infeksi untuk menular ke mereka.

Ketika sudah mencapai 70 hingga 90% kebal, bagaimana dengan angka 10 sampai 30% sisanya? Untuk sisanya ada dua kemungkinan yaitu tidak bisa recover secara full atau meninggal dunia, biasanya terjadi pada orang yang rawan seperti orang tua atau yang sudah mempunyai riwayat penyakit berat sebelumnya.

Baca Juga: Informasi Terkait Covid-19

Dikutip dari Tempo, Michael Osterholm, direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular di Universitas Minnesota, memperkirakan awal bulan ini bahwa antara 5% dan 15% orang di AS telah terinfeksi.

Dia mengatakan virus corona akan beredar dan menginfeksi setidaknya 60% hingga 70% dari populasi sebelum melambat, tetapi memperingatkan bahwa negara itu memiliki “jalan panjang” untuk mencapai herd immunity. Sebuah laporan yang ditulisnya bersama dengan ahli epidemiologi dan sejarawan lainnya memperkirakan ini akan memakan waktu 18 hingga 24 bulan.

Laporan Business Insider mengatakan hanya lima persen populasi yang kebal Covid-19 dari puluhan ribu orang yang meninggal. Minggu ini, penelitian di Spanyol dan Prancis menunjukkan bahwa tidak lebih dari 5% dari populasi tersebut telah mengembangkan antibodi Covid-19. Masing-masing negara itu telah melaporkan lebih dari 27.000 kematian akibat virus pada hari Kamis.

Dampak positif dari dari Herd Immunity ini adalah masyarakat bisa hidup dengan normal (belanja, belajar dan bekerja), masyarakat memiliki kekebalan terhadap penyakit baru dan ekonomi tidak terhambat. Sedangkan, untuk dampak negatifnya antaralain rumah sakit akan kewalahan dan bisa terjadi kematian massal.

Apabila dilihat dari kondisi saat ini Herd Immunity tidak bisa diterapkan di Indonesia, alasannya antaralain kurangnya kesadaran masyarakat terkait kebersihan dan kesehatan, kurangnya kesadaran terkait karantina mandiri ketika terserang penyakit, dan cuek terkait kondisi tubuh. Dengan kesadaran yang minim, maka bisa dipastikan akan banyak korban yang berjatuhan.

Apakah Covid-19 akan hilang?

WHO sebegai organisasi kesehatan dunia, memberikan warning bahwa covid-19 mungkin tidak bisa hilang dari bumi atau setidaknya berlangsung lama. Bahkan, apabila telah ditemukan vaksin untuk virus ini, maka tetap adanya upaya serius dalam pencegahannya.

Maka apa yang harus dilakukan? Masyarakat perlu bersiap untuk terus menjalankan upaya-upaya pencegahan sebagai gaya hidup normal yang baru. Seperti menjaga jarak (social distancing), memakai masker dan rajin mencuci tangan kemungkinan harus terus dilakukan oleh semua orang dalam waktu yang lama. 

Syarat Relaksasi PSBB

Menurut opini saya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam relaksasi PSBB, jangan sampai keinginan untuk menyelamatkan ekonomi menjadi bom waktu kedepannya. Dimana kegiatan ekonomi bisa berhenti total apabila semua masyarakat terserang penyakit atau virus dan tenaga medis kewalahan menghadapi hal tersebut. Relaksasi PSBB saya dukung dengan beberapa syarat,

  • Ketegasan Peraturan dan Integrasi antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat
    Harus adanya peraturan yang tegas terkait masalah covid ini, seperti adanya hukuman bagi orang yang menolak dijemput petugas medis padahal positif corona. Saat ini banyak sekali video beredar “orang marah-marah” karena dijemput oleh tenaga medis. Bahkan sering ditemukan bahwa yang dijemput,masih menjalankan aktifitas seperti biasa bukan karantina mandiri, hal ini dapat membahayakan orang lain.
    Dan hal penting lainnya adalah harus adanya integrasi peraturan pemerintah pusat, kita bisa melihat saat ini bahwa tidak adanya integrasi antara keduannya. Seperti dalam peraturan PSBB dimana Pemda melakukan PSBB, akan tetapi Pempus memberi kelonggaran transportasi umum. Kita bisa melihat sendiri diberita bahwa bandara menjadi penuh.
  • Test Massal Covid-19
    Saat ini memang pemerintah sudah bisa memetakan sebaran covid-19. Akan tetapi akan jauh lebih efektif apabila dilakukan test massal kepada seluruh rakyat Indonesia, peta sebaran pun menjadi akurat. Karena kita tahu bahwa orang tanpa gejala pun dapat menjadi penyebar virus ini. Jangan sampai penyebaran tidak terkendali karena orang tanpa gejala ini.
    Kita bisa mencontoh Korea Selatan yang menerapkan hal ini dan dalam beberapa bulan penyebaran di korea selatan menjadi landai. Untuk test masalnya sendiri Korea Selatan menerapkan drive-thru, jadi sedikit interaksi antara masyarakat dan tenaga medis.
Baca artikel lainnya disini!
  • Wajibkan Pemakaian Masker, Cek Suhu Tubuh & Cuci Tangan
    Karena sudah ada wanti-wanti dari WHO tentang kemungkinan panjangnya covid-19 ini, ditambah masyarakat kita yang kurang kesadaran dalam hal tersebut. Lebih baik pemerintah menyiapkan peraturan yang tegas terkait penggunaan masker dan cuci tangan.
    Misalkan, adanya denda bagi orang yang tidak menggunakan masker untuk keluar rumah. Dan bagi fasilitas umum/ kantor/ sekolah dan tempat keramaian lainnya wajibkan untuk menyediakan tempat cuci tangan.
  • Wajibkan Semua Perusahaan untuk Work From Home
    Pemerintah harus membuat peraturan agar perusahaan dapat melakukan pekerjaan dirumah. Hal ini bisa dilakukan dengan cara pekerja yang pekerjaan yang bisa dilakukan dirumah maka dilakukan dirumah. Sedangkan untuk pekerjaan yang tidak bisa dilakukan dirumah maka pekerja dibolehkan untuk bekerja dengan memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini bisa mengurangi penyebaran penyakit, mengurangi jumlah yang naik angkutan umum dan mengurangi jumlah orang yang bekerja (social distancing).

Dengan keempat syarat diatas kemungkinan relaksasi PSBB dimungkinkan tanpa adanya risiko bom waktu dikemudian harinya. Akan tetapi apabila relaksasi PSBB ini tanpa adanya upaya untuk pencegahan sama sekali, maka akan menjadi bom waktu yang dapat meledak kapan saja.

Bisa juga Relaksasi PSBB atau dibebaskan dari PSBB dilakukan secara bertahap pada daerah-daerah yang angka penyebarannya telah turun. Akan tetapi untuk hasil yang maksimal harus dilakukan test massal. Dan wilayah tersebut boleh melakukan kegiatan seperti biasa, ini akan efektif apabila ditambah dengan adanya larangan keluar masuk daerah tersebut.

Seiring berjalanya waktu, daerah yang sudah menjadi zona hijau semakin banyak dan tenaga medis dapat dikonsentrasikan untuk membantu penanganan orang yang terinfeksi virus di zona merah.

Nah untuk artikel kali ini saya cukupkan sampai disini, terkait relaksasi psbb saya dukung dan alasannya.

Jangan lupa untuk likes fanspage kami disini dan follow akun instagram kami disini. Terimakasih.

Leave a Reply

Scroll to top