Prinsip – Prinsip Dasar Pengelolaan Harta dalam Islam

Islam merupakan agama yang mengatur kehidupan dalam hal hubungan dengan Allah (Ibadah) maupun Manusia (Muamalah). Dalam hal muamalah islam telah mengatur bagaimana caranya berhubungan dengan manusia baik dalam komunikasi sampai ke bertransaksi. Transaksi atau pengelolaan harta dalam islam antaralain seperti jual-beli, hutang-piutang dan lainnya.

Ini merupakan rangkuman dari kajian yang saya ikuti. KITA BISA merupakan Kajian Tematik Bisnis Islami & Subuh Berjamaah. Tema yang diusung dalam Kajian Fikih Muamalah ini adalah Prinsip – Prinsip Dasar Pengelolaan Harta dalam Islam oleh Ustadz Ali Nurdin Anwar Lc.,M.E.I.

Dalam pengelolaan harta terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Semua harta yang kita miliki adalah milik Allah SWT. Allah SWT berfirman,
    “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (Qs. Al Hadiid: 7)
  • Harus memperhatikan Halal dan Haram harta yang kita terima.
    “Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu” . (Qs. Al Baqarah: 168)
  • Perhatikan cara penerimaan harta dan bagaimana harta itu digunakan
  • Dalam transaksi tidak boleh memudharatkan diri sendiri maupun orang lain.
    “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (Qs. Al Baqarah: 188)
  • Dalam bertransaksi harus adanya saling ridha, lebih baik apabila ada ijab dan qabul.
    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antaramu”. (Qs. An-Nisa: 29)
  • Mabrur Transaksi
    Dari Rifa’ah bin Rafi’, Nabi pernah ditanya mengenai pekerjaan apa yang paling baik. Jawaban Nabi, “Kerja dengan tangan dan semua jual beli yang mabrur”. [HR. Bazzar no 3731 dan shahih oleh al Hakim. Baca Bulughul Maram no 784]

Apabila seseorang memiliki suatu pekerjaan yang sudah memiliki gaji yang tetap seperti pegawai swasta atau pegawai negeri sipil, maka konsekuensinya adalah tidak boleh menerima hadiah untuk pekerjaan nya (Haram).

Dikecualikan untuk seseorang yang memiliki kantor sendiri seperti dokter (yang mempunyai apotik & klinik) yang diberi hadiah dari pemasok obat. 

Arisan merupakan transaksi dengan akad hutang-piutang, karena pada dasarnya pemenang arisan meminjam uang kepada anggota lain. Karena terdapat akad hutang didalam arisan maka tidak boleh adanya acara makan-makan yang diadakan oleh pemenang arisan dikarenakan sesuai kaidah fikih bahwa “Setiap Hutang-Piutang yang Mendatangkan Keuntungan adalah Riba”.

Bagaimana pengelolaan harta yang anda lakukan saat ini sesuai anjuran ajaran Islam? Yuk mulai merubah pengelolaan harta kita sesuai yang telah ditetapkan oleh Allah.

Leave a Reply

Scroll to top