Dampak dan Peran Zakat dalam Mengentaskan Kesenjangan Sosial

Zakat merupakan salah satu dari Rukun Islam, merupakan suatu instrumen salah satu fungsinya diperuntukan untuk pemerataan harta dan mengentaskan kemiskinan. Dalam artikel ini akan membahas bagaimana peran dan dampak zakat dalam mengentaskan kesenjangan sosial.

Sekilas tentang Zakat

Dalam tinjauan bahasa, zakat memiliki arti suci, tumbuh, berkah dan terpuji. Menurut Istilah, zakat adalah salah satu ibadah wajib dengan cara mengeluarkan sebagian harta yang sudah memenuhi syarat dan diberikan kepada orang yang sudah ditentukan. Orang-orang yang berhak mendapatkan zakat antara lain,

  • Fakir
  • Miskin
  • Amil Zakat (Pengurus Zakat)
  • Muallaf
  • Riqab (Hamba Sahaya/ Budak)
  • Ibnu Sabil
  • Fii Sabilillah
  • Gharim

Jenis-Jenis Zakat

Ada berbagai macam jenis-jenis zakat yang diperintahkan oleh Allah SWT. Zakat memiliki kadar zakat, nishab, haul dan syarat wajibnya berbeda-beda sesuai dengan jenisnya, jenis dari zakat adalah:

Zakat Jiwa atau Zakat Fitrah

Setiap muslim wajib untuk membayar zakat fitrah tetapi sebagian ulama menyebutkan tidak wajib bagi yang tidak memiliki makanan dirumahnya. Dengan catatan apabila dia menerima zakat fitrah dan mencukupi kebutuhannya sebelum hari terakhir puasa ramadhan, maka dia wajib mengeluarkan zakat fitrah. Pembayaran zakat fitrah dilakukan sebelum sholat idul fitri dengan berat 3,5 liter atau 2,5 kg beras (makanan pokok diwilayah tersebut) dan beberapa pendapat ulama yang memperbolehkan dengan membayarnya dengan uang.

Zakat Harta atau Zakat Maal

Ibadahh zakat maal merupakan zakat yang melekat harta yang dimiliki oleh perorangan atau suatu lembaga, dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan syariat. Salah satu syarat dari zakat maal ini antara lain adalah harta yang dimiliki dan dapat dimanfaatkan. Ada beberapa jenis zakat maal antaralain harta (emas, perak dan uang), hasil perdagangan, hasil pertanian, hasil perternakan, hasil tambang dan barang temuan dan zakat kontemporer (profesi, saham dan lainnya).

Emas, Perak dan Uang

Ketetapan dalam mengeluarkan zakat pada emas, perak dan uang terdapat takaran (nishab) dan haul (waktu) yang telah ditetapkan. Takaran wajib zakat emas adalah 20 dinar atau 85gr dengan haul satu tahun dan yang wajib dikeluarkan adalah 2,5%. Untuk perak syarat takaran wajib zakatnya adalah 200 dirham dengan haul satu tahun dan zakat yang dikeluarkan sebanyak 2,5%. Sedangkan untuk Uang tunai disamakan dengan emas yaitu 85gr (dirupiahkan) dan dikelurkan zaktnya sebanyak 2,5%.

Perdagangan

Dalam zakat perdaganan nishabnya sama seperti emas yaitu 85gr, dengan haul selama satu tahun dan kadar zakat 2,5%. Yang menjadi hitungan dalam zakat perdagangan adalah:

  • Harta dalam bentuk barang dagangan
  • Uang tunai yang disimpan
  • Piutang

Ketiga hal diatas merupakan hal yang harus dizakati oleh orang yang berdagang dengan sudah dikurangi hutang dan zakat.

Pertanian

Nishab zakat dari hasil pertanian adalah 635kg dalam keadaan kering. Ada dua kadar zakat yang ditetapkan untuk hasil pertanian, antaralain:

  • 10% untuk hasil pertanian yang menggunakan air hujan
  • 5% untuk hasil pertanian yang menggunakan pengairan buatan
Perternakan

Ada tiga hewan ternak yang wajib dizakati yaitu kambing, sapi dan unta kecuali hewan-hewan lain yang diperdagangkan. Syarat dari zakat perternakan ada 3, yaitu:

  • nishab
  • haul
  • dan digembala
Hasil Tambang dan Barang Temuan

Untuk hasil tambang kadar zakatnya adalah 2,5% dan untuk barang temuan adalah 1/5. Sedangkan ulama hanafi memiliki pendapat bahwa zakat hasil pertambangan dan barang temuan adalah sama yaitu 1/5.

Kontemporer

Maksud dari kontemporer ini adalah zakat yang ulama bersepekat menerapkan zakat kepada suatu harta dan belum ditetapkan ketika nabi hidup. Zakat kontemporer kita kenal saat ini adalah zakat profesi, saham dan lain-lain. Ada perbedaan pendapat antara para ulama tentang zakat ini ada yang membolehkan ada yang tidak membolehkan. Ulama yang membolehkan, menganalogikan harta yang belum ditetapkan dengan yang sudah seperti zakat profesi mengambil hukum zakat emas. Sedangkan ulama yang melarang, mengambil kaidah fikih “Hukum asal ibadah adalah haram (sampai adanya dalil)”.

Baca Juga: Kewajiban Mempelajari Ilmu Muamalah Bagi Muslim

Pada bagian bawah ini akan dijelaskan bagaimana dampak dan peran zakat dalam menentaskan kesenjangan soasial, berikut ulasannya:

Dampak Zakat pada Pemberi Zakat

Zakat merupakan ibadah harta yang diwajibkan bagi setiap muslim yang hartanya sudah mencapai haul dan nishab. Fungsi dari zakat salah satunya adalah ibadah hablumminannas atau mempererat hubungan manusia dengan manusia. Tak hanya itu, zakat dapat berdampak secara langsung kepada kehidupan manusia seperti kepada pemberi zakat, antaralain:

Menghilangkan Sifat Kikir

Zakat dapat menghilangkan sifat kikir dari manusia serta menghilangkan dari mencintai harta yang berlebihan. Sifat kikir dan mencintai harta yang berlebihan sangat buruk dimata Allah SWT. Setiap muslim yang diberi harta berlebih, seyogyanya dia sedang diberi ujian dari Allah SWT, Allah ingin melihat manusia tersebut dapat memafaatkan harta dengan bijak dan mengatasi prilaku buruk sifat kikir dan mencintai harta berlebihan. Barang siapa yang dapat mengatasi hal tersebut akan mendapatkan kebaikan dimata Allah maupun dimata sesama manusia.

Mendidik Manusia dalam Memberi

Ibadah Zakat dapat mensucikan diri dari sifat kikir maupun tercela. Zakat melatih pemberi zakat agar selalu menebar kebaikan kepada sesama manusia, menghargai sesama manusia dan mengurangi kesenjangan yang ada disekitar kehidupan sosial. Dengan memberi zakat dapat diumpamakan pemberi zakat sedang menanam padi yang berubah menjadi beras dan dapat kita konsumsi. Perumpamaan sebelumnya dimaksudkan bahwa zakat yang kita keluarkan adalah untuk manfaat kita sendiri.

Meningkatkan Rasa Syukur

Diharapkan dengan pembayaran zakat, dapat meningkatkan syukur kepada Allah SWT. Zakat dapat dimaknai syukur kepada Allah karena telah memberikan harta yang berlebih dibandingkan yang orang lain. Dan nantinya walaupun diuji dengan kesempitan harta, kita dapat menerima dengan tentram karena tahu rezeki sudah ada yang atur.

Memasyarakatkan Etika Bisnis

Didalam Islam, terdapat konsep bahwa disetiap harta yang dimiliki sebagian adalah milik/ hak orang lain. Jadi dengan zakat diharapkan yang memiliki harta berlebih tahu bahwa disebagian hartanya adalah milik orang lain dan harus dikeluarkan.

Dampak Zakat pada Penerima Zakat

Penerima zakat dapat terbantu dengan adanya zakat ini terutama fakir miskin membantu ekonomi, baik dalam hal yang produktif maupun yang konsumtif dan dengan begitu dapat terhindar dari bahaya kekufuran. Zakat ini juga bisa digunakan sebagai sumberdana pembuatan sarana-prasarana yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia mustahiq.

Peran Zakat dalam mengentaskan Kesenjangan

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang istimewa, karena zakat adalah satu-satunya ibadah yang berhubungan langsung antara manusia dan manusia lainnya. Fungsi zakat meliputi beberapa bidang seperti moral, sosial dan ekonomi. Dalam bidang moral, zakat dapat mengikis ketamakan dan keserakahan hati sedangkan untuk sosial mustahiq dan muzaki dapat saling bertemu dan bersilaturahmi.

Salah satu fungsi zakat dalam bidang ekonomi adalah mengentaskan kesenjangan diantara masyarakat. Hal ini dapat dilakukan karena dengan zakat bisa membuat mustahiq memiliki modal untuk bekerja/ berjualan. Ditambah saat ini banya program pelatihan produktif dari lembaga zakat kepada masyarakat yang kurang mampu, nantinya diharapkan mustahiq tersebut dapat mandiri dan meningkatkan taraf ekonomi.

Peran zakat dalam mengentaskan kesenjangan ekonomi bisa menjadi sangat penting, karena semakin banyak muzaki yang membantu mustahiq. Maka diharapakan mustahiq tersebut bisa menjadi muzaki dan membantu penerima zakat lainnya, dengan sendirinya kesenjangan ekonomi akan terhapuskan.

Sekian artikel tentang peran dan dampak zakat dalam memberantas kesenjangan ekonomi. Semoga bermanfaat.

Penulis: Fajar Ramadhan & Editor: Athif A

Leave a Reply

Scroll to top