Kupas Tuntas Pasture Aplikasi Investasi Peternakan Sapi Australia, Penipuan?

Aplikasi pasture merupakan aplikasi menghasilkan uang dengan cara berinvestasi pada peternakan sapi melalui media digital (aplikasi). Artikel ini akan membahas terkait Pasture aplikasi investasi peternakan sapi, setelah diinvestigasi ada kemungkinan merupakan proyek berskema ponzi. Investigasi ini berasal dari informasi yang disajikan di website pasture2020.com, dikarenakan tidak ada lagi website yang relevan.

Sekilas tentang Skema Ponzi

Skema ponzi merupakan jenis skema investasi yang digunakan dalam kasus penipuan. Cara kerjanya adalah keuntungan atau bonus yang didapat oleh member merupakan hasil dari modal yang disetorkan atau member baru. Misalkan, ada perusahaan yang menawarkan investasi sebesar 1 juta dengan keuntungan 250 ribu per minggu, maka uang keuntungan adalah dari modal 1 juta tersebut atau dari modal member baru yang masuk.

Sekilas tentang Pasture Aplikasi Investasi Peternakan

Untuk penjelasan pasture kurang lebih adalah aplikasi investasi peternakan yang menjembatani antara petani yang memerlukan modal dengan investor. Aplikasi Pasture sendiri dikeluarkan oleh PT Pasture Indonesia TBK. Pasture sendiri mengklaim bahwa peternakan mereka berada di Australia yaitu peternakan Sion yang beradda di daerah Victoria.

Dalam bisnis plan yang ditawarkan ada beberapa sapi yang ditawarkan dengan keuntungan perhari yang beragam, antaralain:

Nama Sapi6766Angus Calf SY6583Angus Calf SY6583Angus Calf SY6868Angus Calf SY08899Angus Castle SS86588Angus Castle SS05563Angus Castle SS07852Angus Cattle SS09628Angus Cattle SS61106Angus Cattle SS86778Angus Cattle SS88888Angus Cattle SS
Harga Adopsi200.000500.0001.000.0002.500.0003.000.0005.500.0008.500.0009.170.00011.500.00014.900.00021.400.00036.000.000
Profit/ Hari6001.5003.4009.00011.00022.00033.00036.80048.00060.000107.000187.200
Bonus/ hari7.40017.50036.60076.00079.00076.000113.200122.000115.00095.000142.800
Bisnis Plan yang Ditawarkan oleh Aplikasi Pasture

Selain paket investasi yang ditawarkan, aplikasi pasture juga memiliki skema piramida untuk bonus perekrutan yaitu,

Pasture Aplikasi Investasi Peternakan

Dapat dilihat pada gambar diatas apabila mengajak 5 orang untuk investasi sebanyak satu juta rupiah. Maka mendapatkan bonus 5% setiap untuk setiap orangnya, kemudian dikalikan 30 hari maka mendapatkan hasil 7,5 juta. Dan ketika 5 member mengajak 5 member maka akan mendapatkan 3% dari dari setoran awal member baru. Kemudian 25 member tersebut mengajak 5 member lagi, maka akan mendapatkan 2% dari setoran member baru.

Dari skema diatas jelas skema tersebut adalah skema ponzi dimana keuntungan bukan dari sapi ternak akan tetapi dari perputaran uang member. Kita bisa melihat dari tabel bahwa aplikasi pasture memberikan keuntungan fix setiap, sedangkan untuk usaha peternakan sendiri sudah pasti hanya bisa mendapat keuntungan apabila sapi sudah siap dipotong atau jual. Jadi sudah jelas bahwa uang yang didapat bukan dari peternakan sapi akan tetapi dari uang member.

Skema Piramida Pada Aplikasi Pasture

Selain skema ponzi aplikasi pasture juga menerapkan skema piramida, dimana keuntungan yang ditawarkan bukan berasal dari investasi akan tetapi keikutsertaan anggota baru. Skema piramida ini telah di larang di Indonesia sesuai dengan perundang-undangan yaitu Undang – Undang nomor 7 tahun 2014. Dalam UU 7 tahun 2014, dijelaskan bahwa Skema piramida adalah sistem kegiatan usaha yang memperoleh keuntungan bukan dari hasil kegiatan penjualan barang, melainkan dengan memanfaatkan peluang keikutsertaan mitra usaha, terutama dari biaya partisipasi.

Keganjilan Aplikasi Pasture

Pada bagian ini saya akan menjelaskan beberapa keganjilan yang ada pada aplikasi Pasture, antaralain:

Bukan Perusahaan Resmi

Aplikasi Pasture dikeluarkan oleh PT Pasture Indonesia Tbk. Apabila dilacak pada website Kemenkumham, yaitu pada Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. PT Pasture Indonesia Tbk tidak bisa ditemukan, berarti bukan perusahaan resmi atau tidak memiliki izin resmi. Kamu bisa mengeceknya disini.

Pada namanya juga terdapat akhiran Tbk maka dapat diklasifikasikan, perusahaan Pasture sudah melakukan Open Public atau saham dijual pada bursa efek. Namun apabila dicari di google maka susah untuk mencari perusahaan tersebut, padahal biasanya perusahaan yang sudah Tbk mengupload laporan keuangan tahunannya.

Apabila ada yang menyangkal bahwa Aplikasi Pasture merupakan aplikasi luar negeri maka perusahaannya tidak ada di website AHU (Administrasi Hukum Umum), maka hal itu tidak dimungkinkan. Karena perusahaan luar negeri yang ingin mendirikan perusahaan di Indonesia maka wajib memiliki izin dari Kemenkumham.

Logo Tidak Profesional

Dilihat pada bagian logo maka bisa kita katakan bahwa logo tersebut tidak profesional. Tidak profesional dapat dilihat dari pilihan gambar dan resolusinya. Dapat dilihat dari logo tersebut, bahwa tidak mungkin apabila perusahaan yang bekerjasama dengan luar negeri melakukan hal seperti itu.

Izin Otoritas Jasa Keuangan

Apabila melihat dari promosinya, aplikasi pasture sudah memiliki izin dari OJK. Akan tetapi hal itu merupakan suatu kebohongan, karena apabila dilihat dengan seksama dari sertifikat OJKnya. Sertifikat tersebut merupakan sertifikat penghargaan bukan merupakan izin investasi atau pengumpulan dana dari OJK.

Mengapa Aplikasi Pasture harus memiliki izin OJK? Karena PT Pasture dalam prakteknya mengumpulkan dana masyarakat dan melakukan kegiatan investasi. Dan di Indonesia saat ini, semua kegiatan pengumpulan dana dan investasi harus berada dalam pengawasan OJK.

Ada hal yang aneh juga pada sertifikat tersebut, yaitu sertifikat tersebut merupakan penghargaan tahun 2019 tetapi aplikasi Pasture baru ada sekitar bulan Oktober 2020. Seharusnya apabila mendapatkan penghargaan juga, mudah untuk menemukan di google baik terkait perusahaan dan laporan keuangannya.

Untuk melihat apakah benar Aplikasi Pasture sudah terdaftar di OJK (update terbaru Agustus 2020), dapat dilihat disini.

Tidak Bisa Ditemukan di Google

Pada Search engine google PT Pasture Indonesia Tbk, tidak bisa ditemukan. Jangankan laporan keuangan, untuk alamat dan mencari tahu siapa ownernya tidak bisa dicari. Hal ini menunjukan bahwa Pasture merupakan perusahaan ilegal. Karena sangat tidak mungkin sekelas PT bahkan sudah Tbk, untuk alamat dan ownernya atau direksi tidak bisa dicari.

Tidak Terdaftar pada PSE Kominfo

Setiap aplikasi apapun yang dikeluarkan oleh perusahaan yang berkedudukan di Indonesia, maka perlu ada izin dari Kominfo. Izin yang diperlukan adalah PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik) Kominfo. Apalagi aplikasi Pasture bergerak di bidang keuangan maka harus memiliki izin dari Kominfo tersebut. Apabila kita melihat aplikasi sejenis seperti Crowde, maka namanya ada pada daftar PSE Kominfo.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang Aplikasi Crowde bisa membaca artikel ini.

Website Resmi Amatiran

Melihat dari website resminya (pasture2020.com), terlihat bahwa website tersebut tidak di maintenance dengan baik. Mulai dari gambar dengan resolusi rendah, navigasi yang susah, dan tidak terdapat informasi perusahaan. Untuk perusahaan sekelas Pasture yang mengklaim telah bekerjasama dengan petani Australia, agak sulit untuk membayangkan kerjasama itu terjadi.

Pasture Aplikasi Investasi Peternakan Tidak Ada di Playstore

Pada playstore apabila mencari aplikasi dengan nama Pasture, maka tidak akan ditemukan aplikasi tersebut. Apabila melihat pada websitenya sendiri terdapat perintah untuk download aplikasi baik untuk apple maupun android. Akan tetapi apabila mengklik aplikasi tersebut maka tidak diarahkan kepada playstore akan tetapi langsung mendownload aplikasi dalam bentuk apk.

Untuk suatu aplikasi bisa tampil di playstore sebenarnya mudah apabila sudah memenuhi standar keamanan google. Maka untuk uploadnya hanya perlu membayar sekitar dua ratus ribu rupiah. Apabila perusahaan besar maka seharusnya sudah memiliki aplikasi yang sudah bisa di download pada playstore.

Apabila Sudah Ada di Playstore Aman

Walaupun aplikasi sudah ada di playstore belum tentu aman, karena ketika mengumpulkan data bisa saja nantinya digunakan untuk hal yang tidak baik. Seperti untuk pinjaman online palsu, anda bisa saja tidak meminjam akan tetapi ditagih oleh perusahaan fintech. Selain itu data bisa diperjual belikan kepada pihak lain yang belum tentu aman.

Tidak Mengetahui Siapa Owner atau Founder

Untuk perusahaan yang sudah melakukan open publik seharusnya gampang sekali untuk mencari siapa owner atau founder. Apabila tidak bisa menampilkan owner atau founder minimal direksi yang ditampilkan. Karena untuk perusahaan terbuka seharusnya mudah menemukan direksinya, karena termasuk untuk menambah kepercayaan.

Kerugian Mengikuti Pasture

Risiko Uang di Bawa Kabur Manajemen (Scam)

Dari pemaparan fakta terkait Pasture, maka dapat dipastikan adanya kemungkinan atau risiko uang dibawa kabur oleh manajemen. Ini dapat dilihat dari plan bisnis yang ditawarkan oleh Aplikasi Pasture, baik profit atau bonus yang ditawarkan tidaklah logis. Karena tidak mungkin untuk investasi dipeternakan tetapi keuntungannya dibagikan setiap hari. Dan juga dari bonus rekrutan, dapat dilihat bahwa hal tersebut merupakan skema ponzi dan skema piramida.

Keamanan Data Terancam

Aplikasi Pasture tidak ada di playstore, tetapi harus didownload terlebih dahulu dalam bentuk apk. Apk adalah installer aplikasi yang ada di handphone dengan OS Android. Namun, ada kekurangan dari apk ini yaitu aplikasi ini tidak terverifikasi keamanannya oleh google. Jadi ada kemungkinan data pribadi kita terancam digunakan untuk hal yang tidak baik.

4 thoughts on “Kupas Tuntas Pasture Aplikasi Investasi Peternakan Sapi Australia, Penipuan?

  1. Hampir saja saya masuk keanggotaan pasture peternakan ..makanya saya brosing tentang kelegalan perusahaan tsb.dan dapat pencerahan dr agan. Saya curiga saat menghubungi bagian admin.disana diarahkan untuk mengunduh aplikasi wa..tp isinya bukan info tentang keluh lesah anggotanya malah mengajari bagaimana cara menggunakan wa dengan bnar…sungguh aneh..yp yg jelas itu penipuan. Berhati2lah.trimakasi h bos atas infonya

Leave a Reply

Scroll to top