Apakah Klinik Bidan Desi Melakukan Malpraktik?

Sedang ramai dalam perbincangan bahwa Klinik Bidan Desi melakukan Malpraktik. Isu ini berhembus dari salah satu review netizen pada google maps Klinik Bidan Desi. Karena Saya tidak tahu kronologi tepatnya maka saya tidak bisa menyalahkan siapa pun. Akan tetapi Saya akan menceritakan pengalaman pribadi dan istri cek kehamilan dan melahirkan di Klinik Bidan Desi Bekasi.

Cek Kehamilan Pertama di Klinik Bidan Desi

Awalnya Saya dan Istri berencana untuk melahirkan di Rumah Sakit, maklum anak pertama dan rekomendisi mertua serta orang tua. Namun, mendekati HPL virus covid19 sedang meningkat di Jakarta. Jadi, Saya dan Istri memutuskan untuk melahirkan di Bidan. Ketika sedang mencari Bidan yang tepat untuk melahirkan Saya dan Istri selalu sharing dengan teman, pada akhirnya direkomendasikan untuk melahirkan di Klinik Bidan Desi. Sebelumnya Saya dan Istri ketika cek kehamilan selalu berpindah-pindah tempat ke Rumah Sakit, Klinik USG sampai akhirnya Klinik Bidan Desi.

Kami pun melihat Instagram dan Youtube Klinik Bidan Desi, bagaimana Bidan Desi memperlakukan pasiennya dan memberikan afirmasi yang positif. Tapi yang lebih menenagkan adalah bagaimana bidan desi meyakinkan bahwa Allah itu memberi kemudahan segala urusan untuk hambanya. Saya sangat tenang untuk menitipkan isteri dan anak saya kepada Bidan Desi, karena selalu yang ditekankan tentang keyakinan kepada Allah. Dan kata-kata yang paling diingat istri dari Bidan Desi adalah “Kenapa harus melalui jendela, ketika bisa melewati pintu”.

Istri baru mengecek kehamilan di Bidan Desi pada umur kehamilan 36 minggu. Awalnya ragu untuk mengecek karena melihat dari review orang lain di google bahwa bidan desi biasanya tidak menerima pasien yang terlalu dekat dengan HPL atau minimal trisemester awal. Akan tetapi alhamdulillah diterima oleh Bidan Desi sebagai Pasiennya.

Setiap satu minggu sekali Saya dan Isteri berangkat ke Klinik Bidan Desi untuk mengecek kehamilan dan mengikuti yoga melahirkan untuk isteri. Terkadang bisa sampai 2 kali pertemuan dalam seminggu, apabila terdapat jadwal untuk USG. Selama cek kehamilan bidan yang lainnya sangat membantu dan ramah, bertanya apa pun tentang kehamilan pasti dijawab.

By the way, bagi yang baru pertama kali berkunjung ke Klinik Bidan Desi maka tidak bisa langsung untuk periksa. Karena biasanya diharuskan untuk menelepon dulu ke Bidan Desi secara langsung. Hal ini akan sedikit lama dalam menjawab telepon dan butuh beberapa kali dalam menelepon.

Cek Kehamilan Rutin

Biasanya dalam cek kehamilan rutin karena istri sudah masuk minggu 36 yang diperiksa adalah detak jantung bayi dan posisi kepala bayi serta konsultasi apabila terdapat keluhan pada masa kehamilan. Setelah diperiksa akan diberikan beberapa vitamin dan obat yang diperlukan untuk istri. Untuk USG sendiri tidak setiap hari ada, akan tetapi ada jadwalnya dan diperiksa oleh dokter kandungan. Istri sendiri hanya sempat USG satu kali, karena pada saat jadwal USG kedua isteri sudah melahirkan.

Bidan Desi juga menyediakan kelas prenatal yoga untuk ibu hamil yang diadakan setiap sabtu dan minggu jam delapan sampai jam sepuluh pagi. Karena sedang masa covid19 maka suami dilarang untuk menunggu isteri yang sedang yoga, karena waktunya bertepatan dengan Imunisasi jadi untuk mengurangi jumlah orang yang ada dalam ruangan. Biasanya juga Bidan Desi menyediakan kelas Yoga Couple, yang bisa diikuti oleh Ayah dan Ibu secara bersama-sama.

Cerita Kelahiran Anak Pertama di Klinik Bidan Desi

Kontraksi pertama dirasakan sore tanggal 6 juli 2020, tetapi saya dan istri baru berangkat menuju Bidan Desi pada pukul 11 malam dan sampai ke klinik jam 12 malam. Ternyata anak kami masih dalam perjalanan melihat dunia luar dan baru masuk pembukaan satu. Kemudian setelah cek saya dan istri disarankan untuk kembali besok jam 3 sore untuk cek USG. Besoknya pukul 11 siang istri sudah mulai mersakan kontraksi yang tidak biasa. Kami pun berangkat lebih awal menuju Bidan Desi setelah Shalat Dzuhur. Setengah 3 istri saya dicek pembukaan ternyata sudah pecah ketuban dan akhirnya langsung dimasukan kedalam ruang persalinan.

Didalam ruang persalinan isteri diminta untuk melakukan squat agar mempercepat adik turun dan melahirkan, selagi bidan mempersiapkan ruang persalinan. Dari mulai istri tidur diatas tempat tidur persalinan ditemani oleh 1 bidan. Disini bidannya membantu untuk menenangkan istri saya dan membantu memijat istri untuk meredakan sakit sampai menuju lahiran.

Sekitar setengah 6 ketika kepala dedek sudah mulai kelihatan, saya pun keluar untuk memanggil Bidan Desi. Menjelang kelahiran ada 3 bidan yang menangani istri saya 2 orang bidan dan bidan desi. Alhamdulillah tepat pukul 18.41 telah lahir anak gadis kami yang bernama Qiana Akleema Parveen. By the way, pada saat kelahiran dedek qia terlilit oleh 2 lilitan tali pusar. Akan tetapi qadarullah pas keluar sudah langsung nangis dan ditangani langsung oleh bidan desi.

Lahiran Anak Pertama di Klinik Bidan Desi Bekasi
Lahiran Anak Pertama di Klinik Bidan Desi Bekasi

Baca Juga: Cerita Lengkap Kelahiran Anak Pertama

Cerita Setelah Melahirkan

Saat Qiana lahir, langsung terlihat bahwa terdapata 2 lilitan tali pusar, lalu oleh Bidan Desi diambil dan dilepaskan lilitannya. Setelah itu Qiana dibersihkan terlebih dahulu dengan tali pusar yang belum dipotong, kemudian qiana diberikan ke istri untuk diberikan ASI pertama. Kami dibiarkan bertiga terlebih dahulu (saya, istri dan Qiana), saya pun mengazani dan mengiqamahkan anak saya.

Beberapa saat kemudian bidan-bidan pun kembali ke ruang persalinan dan tidak lama kemudian saya memotong tali pusar qiana. Anak saya diapakaikan baju setelahnya dan kami pun berpindah tempat ke ruang nifas. Sedikit malam kami diberikan santap malam. Malam pertama kami dipisahkan dengan anak kami dibawa oleh bidan, karena dalam ruang nifas ada juga yang akan melahirkan serta suaranya sedikit keras.

Kami berada diruang nifas selama kurang lebih 24 jam, besoknya istri mendapatkan makan sebanyak 2 kali yaitu pagi dan siang. Qiana saat mandi pagi dan sore dimandikan dan diapakaikan baju oleh bidan yang berjaga. Kami pun pulang dari Bidan Desi pukul 5 sore.

Klinik Bidan Desi Melakukan Malpraktik?

Apabila ditanya apakah Klinik Bidan Desi melakukan malpraktik? Saya dapat katakan tidak tahu, karena saya tidak tahu kronologis bagaimana isu itu bisa berhembus. Bukan bermaksud membela salah satu kubu dan menyalahkan yang lain, tetapi menurut hemat saya Bidan Desi sedikit kemungkinannya untuk melakukan malpraktik. Karena ada beberapa alasan yang mendasari hal tersebut, yaitu:

Pertama, Klinik Bidan Desi Pilih-Pilih Pasien

Saya salut dengan Bidan Desi ini, salah satunya adalah pilih-pilih pasien. Seperti pada review netizen di internet apabila ingin melakukan persalinan di Bidan Desi maka harus dilakukan paling lambat tri semester akhir atau usia kandungan 7 bulan. Dan ini terbukti untuk isteri saya ketika pertama kali datang langsung ditanya oleh bidan penjaganya, “ini pasien baru yah? sudah umur kandungan 36 minggu. Biasanya bunda nggak mau menerima pasien baru dengan umur kandungan tua. Tapi berdoa aja yah semoga bunda mau”.

Kami mendapat hal yang sama ketika bertemu dengan Bidan Desi, Saya dan Isteri mendapatkan beberapa ceramah. Karena seperti yang saya katakan kami berpindah-pindah mulai dari Rumah Sakit dan Klinik USG (biasanya halo bayi atau hai bumil) dan ternyata selama kami periksa beberapa Dokter tidak menuliskan perkembangan bayi pada Buku Kesehatan Ibu dan Anak.

Tapi, alhamdulillah karena tidak ada masalah seperti kepala adik sudah masuk panggul, air ketuban normal dan lain-lain normal maka kami pun resmi menjadi pasien Bidan Desi. Bidan Desi langsung menyarankan agar istri sering menonton videonya dan postingannya baik di Instagram atau di Youtube. Dan isteri pun disarankan untuk mengikuti kelas prenatal yoga yang telah disediakan setiap minggunya.

Dari poin ini juga dapat dilihat bahwa Klinik Bidan Desi sangat profesional dan kecil kemungkinan untuk melakukan malpraktik. Karena umur kandungan 36 minggu itu adalah masa yang rawan, misalkan ketika bayi sungsang ketika bayi lebih cepat lahir di bandingakan dengan HPL nya maka akan susah menanganinya.

Kedua, Tidak Segan Dalam Menyarankan Rujukan

Sebelum HPL apabila tidak memungkinkan untuk melahirkan di Bidan Desi, maka akan dirujuk ke Rumah Sakit. Hal ini Saya dan Isteri ketahui ketika sedang menunggu giliran untuk cek kehamilan. Ada pasien yang air ketubannya terlalu sedikit padahal sudah mendekati HPL, maka si Ibu di Rujuk ke Rumah Sakit. Untuk jelasnya saya tidak tahu Rumah Sakit mana yang dirujuk dan bagaimana kelanjutannya tapi saya dan isteri melihatnya ketika sedang ada di Resepsionis.

Ketiga, Tidak Segan Meminta Bantuan Dokter

Hal ini memang tidak terjadi kepada isteri saya tapi terjadi kepada teman satu kamar yang melahirkan juga. Sebenarnya untuk masuk ke kamarnya bebarengan, tetapi isteri saya melahirkan terlebih dahulu. Hal ini baru kami ketahui setelah beberapa hari kemudian, melihat ada yang review di Instagram Bidan Desi. Dia menceritakan sangat detail terkait kelahirannya dan juga bagaimana dia dibantu oleh Dokter juga pada saat melahirkan.

Keempat, Perlakuan Ketika Akan Melahirkan

Menerut pengalaman saya perlakukan para Bidan kepada Isteri sangatlah baik, karena saya sendiri masuk ke ruang persalinan. Istri dan saya ditemani oleh satu orang bidan mulai dari masuk ruang persalinan sampai melahirkan. Dalam ruangan disediakan air putih dan teh manis hangat untuk istri. Sepanjang waktu bidan membantu untuk mengusap-usap punggung istri, memijat serta melakukan induksi alami sampai melahirkan. Selain itu bidan memberikan arahan kepada istri supaya tetap tenang, tidak mengedan terlalu awal dan supaya istri tetap tersenyum.

Dan ketika akan melahirkan istri ditemani 3 orang bidan dan salah satunya adalah bidan Desi. Melihat perlakuan para bidan kepada istri ketika melahirkan rasanya sangat kecil kemungkinan Klinik Bidan Desi melakukan malpraktik karena ini menurut pengalaman pribadi sendiri.

Tips Untuk Ibu Hamil Yang Ingin Melahirkan

Pertama, Selalu Berdayakan Diri Sendiri

Kita pasti pernah mendengar bagaimana cerita ibu melahirkan di satu bidan bisa berbeda. Contohnya ada yang dijait dan tidak, ada yang memerlukan epis dan tidak, melahirkan dengan batuk dan tidak serta cerita lainnya. Kenapa utuk Bidan atau Dokter melahirkan sama tetapi cerita ibu melahirkan dapat berbeda-beda? Karena tindakan medis yang dilakukan oleh Bidan atau Dokter itu sama kepada setiap pasien (kecuali kasus khusus), berarti yang membedakan adalah personal dari ibu yang melahirkan.

Cerita sedikit tentang isteri, pada saat pertama kali hamil istri masih mengendarai motor ke kantornya (dari Kalibata sampai Blok M). Sekitar umur kandungan 3 bulan isteri menaiki busway ke Blok M, ini terus dilakukan sampai umur kandungan 6 bulan. Setiap hari tidak ada kata untuk tidak belajar menonton youtube dan baca artikel tentang kehamilan hampir setiap hari dilakukan.

Masuk umur kandungan bulan 8 atau trisemester ketiga, istri mulai banyak memainkan gymball. Dan istri juga melakukan prenatal yoga dari usia kandungan 8 bulan sampai melahirkan, biasanya dirumah gerakannya melihat dari youtube. Sampai akhir melahirkan pun istri masih menyiapkan makanan untuk saya walau pun ada beberapa bumbu masak yang wanginya tidak kuat dicium istri ketika hamil.

Ketika hari lahiran istri dari pagi sering memainkan gymball. Ketika sampai di Klinik Bidan Desi pun sekita jam 1an, istri tidak duduk di kursi melainkan memainkan gymball. Dan ketika ketuban istri sudah pecah dan tempat tidur persalinan sedang disiapkan, istri saya diminta bidan untuk melakukan squat mungkin ada sekitar 30 kali sampai-sampai baju yang dipakai pun basah dengan keringat.

Apabila ada yang bertanya kok sedang hamil kuat seperti itu? Ada beberapa faktor, antaralain:

  • Paling utama yaitu percaya dengan
  • Istri memang sebelum hamil sering melakukan olahraga dan yoga
  • Istri banyak belajar mengenai kehamilan dan kelahiran
  • Serta Istri siap berjuang untuk melahirkan anak walau pun harus menahan rasa sakit

Kedua, Minta Dukungan dari Suami dan Keluarga

Dukungan dari suami dan keluarga sangat penting bagi ibu hamil. Karena tanpa dukungan sekelilingnya tidak sedikit ibu yang menyerah dalam melahirkan normal, bahkan sejak awal sudah direncanakan untuk sesar. Untuk para suami jangan malas untuk mengingatkan istri minum vitamin, menyiapkan susu pagi dan malam serta memijat istri.

Peran suami juga ada untuk menenangkan istri dari pikiran yang tidak-tidak, seperti saat melahirkan, keadaan anak dan lain-lain. Hal yang tidak kalah penting adalah sesaat sebelum melahirkan. Mempersiapkan barang untuk dibawa ke Rumah Sakit atau Bidan, siap sedia mengantar istri dan menemani istri dalam ruangan persalinan.

Ketiga, Ajak Bayi Untuk Bekerjasama

Saya dan istri selalu setiap malam menyediakan waktu untuk mengobrol dengan Qiana yang sedang ada dalam perut. Semua pujian dan doa selalu di ucapkan setiap malam. Dan ketika Qiana sedikit nakal didalam perut maka kita meminta dia untuk nendang dengan pelan dan kadang kalau sudah malam dan masih tendang-tendang maka saya usap perut istri dan minta Qiana untuk tidur agar tidak mengganggu ibunya tidur.

Setelah masuk 8 bulan usia kandungan selalu ketika mengobrol dengan Qiana untuk memasuki panggul bundanya dan juga meminta agar Qiana membuat mudah dan cepat proses lahiran. Ini sangat membantu dan bekerja untuk saya dan istri. Dan yang paling menakjubkan adalah tanggal 6 ketika pulang dari Bidan mengecek pembukaan kehamilan saya bercanda sama Qiana, “Dek lahiran besok aja yah, supaya tanggal lahirnya cantik 7 Juli 2020”. Akhirnya alhamdulillah, Qiana lahir tanggal 7 Juli 2020 jam 18.41 dan waktu menunggu dari masuk ruang persalinan kurang lebih 3 jam.

Keempat, Dengarkan Saran dari Tenaga Medis

Tenaga medis insyaAllah tahu apa yang terbaik untuk pasiennya. Ketika tenaga medis menyarankan sesuatu maka turuti seperti perbanyak sujud (agar kepala bayi turun ke panggul), perbanyak prenatal yoga dirumah atau bermain gymball, makanan dijaga dan lainnya. Yang terpenting jangan memaksa untuk melahirkan disuatu tempat, padahal sudah menolak karena ketidaksanggupan penanganan medis. Misalnya, bayi sungsang satu minggu sebelum HPL pasti Bidan juga akan menyarankan untuk melahirkan di Rumah Sakit.

Kelima, Jangan Pernah Ada Pikiran Untuk Sesar

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih)

[HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]

Ini adalah salah satu hal yang terpenting dalam melahirkan yaitu mindset. Ketika usaha sudah dilakukan untuk melahirkan normal maka hal yang perlu ditanamkan adalah bahwa ibu bisa melahirkan dengan normal. Mindset melahirkan normal (kecuali keadaan khusus) ini jangan hanya pada ibunya saja, tetapi harus ada pada suami dan keluarga. Karena tidak jarang ada beberapa orang yang disaat melahirkan baru beberapa kali mengedan sudah diminta untuk sesar, ada juga suami yang kasihan melihat istrinya meminta untuk di sesar dan lebih parahnya lagi sudah mempunyai rencana sesar sebelum HPL.

InsyaAllah Allah tidak akan tidak menepati janji kepada hambanya, ketika kamu berprasangka baik maka Allah akan mengabulkan prasangka mu. Alhamdulillah terbukti dengan anak saya sendiri berfikir positif itu baik, anak lahir di tanggal yang diinginkan dan tidak terlalu lama prosesnya.

Kesimpulan Apakah Klinik Bidan Desi Melakukan Malpraktik?

Apabila melihat dari pengalaman saya pribadi mulai dari cek kehamilan, melahirkan sampai saat ini kontrol ke Bidan Desi untuk imunisasi Qiana sangat kecil kemungkinan Klinik Bidan Desi melakukan malpraktik apalagi sampai menghilangkan nyawa. Saya tidak bilang bahwa siapa pun yang menyebarkan isu itu salah karena saya tidak tahu kronologisnya bagaimana. Dan hal ini juga tidak bisa kita dengar atau baca hanya dari salah satu pihak, harus kedua belah pihak dipertemukan.

Leave a Reply

Scroll to top