Review Persalinan dengan Batuk: Klinik Bidan Desi Bekasi

Disini saya akan menceritakan tentang pengalaman saya terkait dengan persalinan istri di Klinik Bidan Desi Bekasi. Mulai dari awal cek kehamilan ke Bidan Desi, USG, prenatal yoga dan melahirkan. Klinik Bidan Desi beralamat di Jl. K. H. Muchtar Tabrani No.37, Perwira, Bekasi Utara (belakang summarecon mall bekasi/ depan perumahan bintang metropol). Untuk di google maps kamu bisa cek klinik bidan desi dengan nama Klinik Perwira Medical Service.

Latar Belakang Persalinan di Klinik Bidan Desi Bekasi

Awalnya saya dan isteri tidak berniat untuk bersalin di Bidan, alasannya karena ini adalah anak pertama dan saran dari orang tua serta mertua untuk melakukan persalinan di Rumah Sakit. Sebelumnya kami cek kehamilan pertama kali di RSIA Sammarie Basra, dan setelahnya di lanjutkan di klinik USG Hai Bumil dan Halo Bayi.

Ketika covid19 mulai terdeteksi di Indonesia, sempat dua sampai tiga bulan tidak mengecek kehamilan baik di Rumah Sakit atau Klinik. Karena covid19 inilah juga kami jadi mencari informasi terkait tempat melahirkan mulai bertanya ke teman dan tetangga. Akhirnya ada teman yang tinggal di bekasi merekomendasikan bidan desi, saya dan Isteri pun mencari tahu terkait bidan ini di Youtube dan Instagram. Dan akhirnya saya dan isteri mengecek kehamilan di Klinik Bidan Desi.

Saya dan isteri memilih Klinik Bidan Desi karena melihat bagaimana proses persalinan yang dilakukan oleh bidan desi dan bagaimana cara memberikan sugesti positif terhadap kehamilan. Beberapa istilah digunakan oleh klinik bidan desi positif, seperti kata kontraksi yang diganti dengan gelombang cinta. Bidan desi juga terkenal karena gentle birth/ hypno birth yaitu melahirkan dengan normal tanpa rasa sakit.

Untuk cek kehamilan pertama maka kamu disarankan untuk menelepon Bidan Desi secara langsung. Nomornya dapat diperoleh di resepsionis Klinik Bidan Desi atau bisa cek website/ instagram bidan desi.

Cerita Menuju Hari Kelahiran

By the way, untuk Hari Perkiraan Lahir (HPL) isteri ada di tanggal 6 Juli 2020. Saya dan isteri mulai melakukan check up mulai dari minggu ke 36, biasanya bunda bidan desi tidak menerima pasien yang baru cek masuk ke 9 bulan. Alhamdulillah karena anak sudah dalam posisi bagus, sudah masuk panggul maka diperbolehkan untuk menlanjutkan check up dan bersalin disana.

Tanggal 7 Juni, kami mulai cek ke bidan desi untuk pertama kali bertemu biasanya disuruh untuk telepon langsung ke bunda desi (nomornya ada di resepsionis). Setelah cek maka ister diminta untuk cek lab HB, Rapid test Covid19, Gula Darah dan lain-lain. Setiap sabtu atau minggu isteri mengikuti prenatal yoga yang disediakan oleh klinik bidan desi dari jam 8-10 pagi, dilanjut cek up kehamilan.

Dua miggu sebelum HPL saya dan isteri cek USG di Bidan Desi, alhamdulillah tidak ada lilitan dan dede turun ke panggul. Seminggu sebelum HPL, isteri di cek kembali HB dan ternyata turun. Awal juni HB isteri ada di angka 11,3 pada saat seminggu sebelum HPL ada di angka 10,5 walau pun begitu para bidan tetap memberikan positif dan meyakinkan kalau bisa menambah HB hanya dalam seminggu. Karena kurang dari minimum (HB dibawah 11), maka diberikan resep untuk menaikan HB, antaralain:

  • Terong Belanda
  • Buah Bit
  • Jambu Merah
  • Buah Naga
  • Kurma
  • Madu
  • Hati Ayam
  • Hati Sapi
  • Bayam Merah

Tiga hari setelahnya, alhamdulillah HB isteri naik ke angka 10,8. Di tanggal 6 Juli, istri mulai merasakan kontraksi dari pagi hari dan ketika malam hari semakin kencang, jam 11 malam saya dan isteri berangkat ke Bidan Desi.

Perlengkapan Persalinan

Untuk perlengkapan persalinan nantinya diberikan list oleh bidan yang berjaga di Klinik. Dan berikut gambaran apa saja yang harus dibawa ketika persalinan:

  • Perlengkapan Ibu
    • Gurita
    • Pampers Dewasa
    • Tissue Basah
    • Tissue Kering
    • VCO (Virgin Coconut Oil)
    • Kain (sarung)
    • Pakaian Ganti
    • Alat Mandi
  • Perlengkapan Bayi
    • Bedong
    • Gurita
    • Popok Kain
    • Pakaian Bayi
    • Sabun mandi bayi
    • Kendi untuk tali ari-ari (sudah disediakan di Klinik Bidan Desi).

Hari H Kelahiran

Tanggal 6 Juli 2020, isteri mulai terasa sakit dan mulas dari sore dan kami baru ke klinik bidan desi pukul 11.30 malam. Saya dan isteri sampai di Klinik sekitar pukul 12 malam dan dilakukanlah pemeriksaan. Setelah diperiksa ternyata isteri saya baru pembukaan 1 dan disuruh untuk kembali keesokan harinya ke klinik untuk cek kembali dan USG (karena memang jadwal isteri check up). Kami disarankan apabila terjadi kontraksi bisa terlebih dahulu menelepon agar ibu hamilnya tidak panik dan dapat diprediksi sudah berapa pembukaannya.

Keesokan harinya tanggal 7 Juli 2020, kami datang lebih cepat awalnya dijadwalkan jam 3 untuk USG dan cek pembukaan, saya dan isteri sampai ke klinik jam 1 siang. Sambil menunggu waktu USG isteri saya memainkan gym ball. Sekitar jam setengah 3, istri saya di cek pembukaannya dan ternyata ketubannya sudah pecah.

Isteri pun dimasukan ke dalam ruang persalinan, sambil menunggu ruang persalinan isteri saya melakukan squat untuk mempercepat pembukaan. Setelah selesai tempat persalinan, maka isteri saya pun di naikan ke atas tempat tidur untuk persalinan. Selama menunggu melahirkan, bidan yang berjaga mengecek pembukaan melakukan Induksi Alami dengan mengusap punggung isteri dan posisi tidur isteri miring.

Sekitar jam setengah 6, kepala dedek sudah mulai kelihatan dan isteri dibantu oleh bidan dengan induksi alami. Pukul 18.41, lahir anak pertama kami. Saya menghitung hanya dengan 5 kali isteri batuk dan isteri mendapatkan 5 kali jahitan. Anak saya lahir dengan keadaan terlilit dua lilitan padahal 2 minggu sebelumnya di USG tidak terlihat adanya lilitan. Tapi alhamdulillahnya, adek langsung nangis dan langsung dilepas lilitannya ketika lahir oleh bidan. Setelah melahirkan isteri saya di pindahkan ke ruang nifas (kamar perawatan), disana kami menginap selama 24 jam. Kami baru pulang keesokan harinya sekitar jam 5 sore.

Lahiran Anak Pertama di Klinik Bidan Desi Bekasi

Tentang Anak Kami

Anak kami berjenis kelamin perempuan dengan berat 3,4kg dan panjang 52cm. Kami memberi nama anak kami Qiana Akleema Parveen, arti dari nama tersebut antaralain:

  • Qiana: Berkah Tuhan
  • Akleema: Cantik
  • Parveen: Sangat Mulia

Kami berharap dengan nama tersebut anak kami dapat menjadi berkah tuhan yang cantik dan memiliki sifat yang mulia. Mohon doanya dari teman-teman semua, agar anak kami menjadi anak yang sholehah, pintar dan dapat menjadi kebangaan kedua orang tuannya.

Baca Juga: Cara membuat Kartu Keluarga Baru

Biaya Persalinan di Klinik Bidan Desi Bekasi

Biaya yang keluar di Klinik Bidan Desi adalah sebagai berikut sesuai dengan pengalaman saya dan istri. Harga tidak mengikat bisa berubah sewaktu waktu.

  • Check Up Kehamilan | Rp 220.000 – Rp 340.000, harga berbeda sesuai dengan penanganan atau obat yang diberikan
  • USG (ultrasonografi sonogram) | Rp 170.000, dalam cek kehamilan di bidan desi isteri hanya di USG sebanyak satu kali
  • Prenatal Yoga (minimal tiga kali) | Rp 150.000 per pertemuan diadakan sabtu dan minggu jam setengah 8 sampai jam 10
  • Biaya Persalinan | Rp 5.000.000 – 12.000.000, biaya tergantung dengan tindakan medis yang diberikan kepada pasien (Informasi bidan jaga)
  • Paket Imunisasi | Rp 350.000, mencakup:
    • Hepatitis B
    • BCG
    • Polio tetes 1, 2, 3 dan 4
    • DPT-HB-Hib 1, 2 dan 3
    • Campak-Rubella
  • Tindik dan Sunat (perempuan) | Rp 85.000

Pembayaran bisa dilakukan dengan cara membayar tunai atau dengan transfer ke rekening Mandiri dan BCA Klinik Bidan Desi Bekasi.

Kelebihan dan Kekurangan Klinik Bidan Desi Bekasi

Kelebihan yang dimiliki oleh Klinik Bidan Desi, antara lain:

  • Memberikan afirmasi positif, dengan mengganti beberapa istilah dengan kata yang positif (Kontraksi = Gelombang Cinta).

Kekurangan yang dimiliki oleh Klinik Bidan Desi, antara lain:

  • Parkir di Klinik Bidan Desi sangat sempit, untuk mobil harus parkir di perumahan bintang metropol.
  • Untuk Customer Service terkadang lama untuk menerima telepon atau membalas Whatsapp

Saran Untuk yang Ingin Melahirkan Dimana Saja

  1. Dengarkan dan ikuti apa yang disarankan oleh tenaga kesehatan(dokter atau bidan), akan tetapi kita juga harus mencari tahu juga tentang yang disarankan bidan tersebut. Banyak sekarang sumber di Internet yang kredibel, seperti website aplikasi kesehatan.
  2. Mencari Informasi terkait kehamilan itu sangat penting, jangan dilewatkan. Seperti apa saja yang dilakukan agar bayi masuk ke dalam panggul dan yang lainnya. Untuk saat ini banyak sumber dan referensi yang dapat dilihat diinternet.
  3. Jangan terlalu bergantung kepada tenaga kesehatan, bergantung dan berserah diri hanya kepada Tuhan. Kita sebagai orang tua dan tenaga kesehatan hanya bisa mengusahakan agar bayi bisa dilahirkan normal dan sehat. Tapi apabila kehendak tuhan berkata lain, maka tidak ada yang perlu di salahkan karena tugas manusia adalah berusaha dan yang menentukan Tuhan.
  4. Ingat bahwa tenaga kesehatan hanya sarana yang hanya 1 bulan sekali bertemu untuk check up. Yang mengusahakan dan memberdayakan dirinya agar bayi bisa dilahirkan normal dan sehat adalah Ibu dan Ayahnya. Seperti ibunya tidak malas untuk berjalan, melamakan sujud (agar kepala bayi turun panggul), minum air putih yang banyak, prenatal yoga dan sebagainya. Ayahnya bisa support dalam hal memberikan kenyamanan kepada isteri, mencari informasi tentang kehamilan, membantu pekerjaan rumah, pijat yang membantu bayi turun ke panggul, mengingatkan isteri hal yang dilarang saat kehamilan dan sebagainya.
  5. Dampingi isteri pada saat persalinan, agar kamu bisa membayangkan bagaimana seorang ibu memperjuangkan anaknya untuk dilahirkan. InsyaAllah kamu pun akan tambah saya dan menghormati ibumu.

Sekian untuk artikel kali ini dan jangan lupa untuk share postingan apabila kamu merasa ini postingan yang bermanfaa. Saya ucapkan terimakasih.

Leave a Reply

Scroll to top