Kata Vtuber vs Fakta tentang Vtube

Artikel ini akan membahas terkait apa yang dilotarkan oleh member vtube (kata vtuber) dibandingkan dengan fakta yang tersedia tentang Aplikasi Vtube (PT Future View Tech).

Kata Vtuber Fakta Vtube
Kata Vtuber vs Fakta Vtube

Kata Vtuber Perusahaan Aplikasi Vtube Legal

Memang aplikasi Vtube telah memiliki beberapa izin yaitu tanda pendirian perusahaan, PSE Kominfo dan juga Izin Usaha Industri. Akan tetapi PSE Kominfo telah dicabut karena sesuai dengan surat keputusan Satgas Waspada Investasi. Dan Izin Usaha Industri bermasalah karena nomor KBLI yang didaftarkan tidak sesuai dengan usahanya.

Vtube juga tidak memiliki izin OJK padahal praktik didalamnya merupakan investasi uang. Dimana menjanjikan pengembalian modal dalam kurun waktu tertentu dengan bunga atau tamabahannya.

Kata Vtuber Nonton Iklan dibayar Dollar

Pada beberapa kesempatan Vtuber (Member Aplikasi Vtube) menjanjikan barang siapa yang bergabung akan mendapatkan bayaran dollar untuk iklan yang ditonton. Tapi Faktanya nonton iklan hanya dibayar view poin (VP) dan harus dicairkan dengan menjualnya ke sesama member.

Kata Vtuber Pemakaian Aplikasi Vtube Gratis dan Tanpa Modal

Benar, untuk aplikasi Vtube memang tidak memungut biaya untuk pendaftaran. Akan tetapi apabila satu bulan ingin mendapatkan hasil harus membeli paket, untuk menaikan level member. Sedangkan untuk gratis harus menunggu 7 sampai 9 bulan untuk menaikan level dan mendapatkan hasil minimal beli kuota.

Begini perhitungan untuk member gratis, setiap menjalankan misi akan mendapatkan 0,3 VP jadi setelah menjalankan misi selama 40 hari mendapatkan 12 VP. Sepuluh VP digunakan untuk memperpanjang paket dan sisanya hanya untuk member (belum termasuk potongan administrasi). 1 VP diberi harga 1 dolar, jadi dalam sebulan hanya mendapatkan sekitar Rp. 30.000. Sangat tidak sebandingkan?

Kata Vtuber VP Jika Tidak Laku Maka Dibayar Perusahaan

Belum ada bukti bahwa perusahaan membayar VP yang tidak laku dijual oleh membernya. Hitunganya tidak mungkin dan tidak mau juga perusahaan menjanjikan suatu hal yang bisa merugikan perusahaan. Misal ada 1 juta member yang ingin menjual 0,3 VP, apabila tidak terjual maka perusahaan harus menanggung beban 4,2 Milyar (asumsi 1 dolar = 14 ribu rupiah) dalam sehari.

Vtube mengapa masih bisa jalan? Karena pertumbuhan member masih berjalan. Akan tetapi apabila sudah jenuh dan tidak ada lagi pertumbuhan member, dijamin Vtube tidak akan membeli VP membernya. Karena beban yang ditanggung sangat besa, apalagi klaim saat ini mempunyai member sebanyak 9 juta orang, makin besar beban yang ditanggung perushaan.

Kata Vtuber 1 VP Itu Seharga 1Dolar

1 Poin Vtube setara 1 dolar ditentukan oleh pemilik aplikasi. VP juga tidak bisa digunakan sebagai alat pembayaran yang sah baik dalam ecommerce atau dunia nyata. Karena melanggar Peraturan Bank Indonesia dimana elektronik money atau dompet digital nilainya harus sama dengan rupiah, misal 1 gopay sama dengan 1 rupiah. Dan harus memiliki izin Bank Indonesia untuk digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.

Jadi tidak memungkinkan bagi VP untuk menjadi alat pembayaran apalagi nilainya bisa naik dan turun. Ditambah apabila tidak sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia tentang uang elektronik maka penyelenggara bisa didenda.

Kata Vtuber VP Langka Banyak yang Cari

Member Vtube mengaku VP banya yang cari karena perusahaan pengiklan menggunakan VP untuk mengiklan di Aplikasi Vtube. Akan tetapi ini bisa dibantah, mana ada perusahaan yang mau beriklan pada aplikasi yang membayar penontonnya. Bukan target pasar yang baik bagi perusahaan yang ingin menjual produk atau jasa.

Kalau VP banyak yang cari logikanya gini, pendapatan Vtube apabila bisa membayar 0,3 VP untuk 1 juta member saja harus mengeluarkan uang 300 ribu dolar atau setara 4,2 M (1 dolar = 14 ribu rupiah). Berarti dapat diasumsikan apabila vtube memiliki penghasilan lebih dari pada yang dibayarkan kepada membernya. Akan tetapi dengan penghasilan perhari seperti itu apakah ada perusahaan yang berinvestasi kepada Aplikasi Vtube?

Ini juga bisa menjadi bukti bahwa VP bisa dengan mudah dibuat oleh perusahaan. Karena perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk membeli VP member. Kecuali sudah lewat waktu tujuh hari dan dapat dipastikan pada saat itu terjadi pertumbuhan member sudah jenuh serta perusahaan sudah tutup.

Kata Vtuber PT Future View Tech Merupakan Perusahaan Big Data

Untuk perusahaan startup jelas website merupakan salah satu yang tidak bisa dilewatkan, tetapi website resmi perusahaan vtube tidak bisa dibuka secara normal atau harus memakai VPN. Hal ini karena izin PSE Kominfo sudah dicabut sesuai anjuran dari Satgas Waspada Investasi. Bisa juga di cek tentang izin Kominfonya di (Perusahaan terdaftar PSE Kominfo).

Jangankan untuk membicarakan BIG DATA, untuk website saja tidak bisa dibuka. Padahal apabila pemblokiran memang kesalahan dari Kominfo, bisa mengajukan banding dan tidak sampai 1 hari website sudah bisa dipakai kembali. Dan pada beberapa postingan Vtuber pada Group Facebook Vtube ada beberapa orang yang berternak akun. Disini jelas Vtube tidak memiliki Karyawan IT yang mumpuni, tidak perlu membicarakan Big Data apabila website saja tidak bisa diakses.

Kata Vtuber (Yang Lain) Poin Didapat dari Perusahaan yang Pasang Iklan

Apabila perusahaan pasang iklan yang membayar vtuber dengan VP. Maka apa yang didapatkan oleh pengiklan? Iklanya ditonton oleh orang? Jelas perusahaan ingin iklannya terkonversi menjadi penjualan tidak hanya ditonton. Bayangkan saja penonton bisa bertambah, sedangkan pengiklan tidak sebanyak yang menonton jelas beban biaya sangat berat. Dari pada memasang iklan pada aplikasi tertutup (harus login) lebih baik pasang iklan di Youtube. Alasannya biaya murah, penonton tertarget dan terdapat cara untuk melihat efektifitas iklan tersebut.

Kemungkinan video yang ada di Vtube merupakan video embed dari media Youtube. Sedangkan untuk iklannya merupakan Admob google, yaitu iklan yang dimuat oleh google pada suatu aplikasi.

Baca Juga: Semua Artikel Terkait Aplikasi Vtube

Kata Vtuber Aplikasi Vtube Akan Menjadi Ecommerce

Vtuber mengklaim bahwa saat ini PSE Kominfo tidak bisa diakses dikarenakan adanya pengurusan izin untuk menjadi ecommerce. Padahal pada kenyataannya izin ecommerce dikeluarkan oleh Kementrian Perdagangan dan mengharuskan adanya izin PSE Kominfo. Dengan demikian ini hanyalah cara mengelak dari perusahaan yang menaungi aplikasi vtube, agar member tidak was-was dengan aplikasi mereka.

Kesimpulan

Dapat dipastikan bahwa Vtube tidak memiliki legalitas dari lembaga kepemerintahan seperti Kemenkumham (Izin Usaha Industri), Kominfo (Izin Penyelenggara Sistem Elektronik) dan OJK (Izin terkait Investasi). VP yang dibayarkan oleh Vtube kepada Vtuber hanyalah poin yang tidak ada harganya hanya dipatok satu dolar oleh perusahaan PT Future View Tech.

PT Future View Tech tidak membeli VP yang member dapatkan, tetapi member menjual poinnya ke sesama member. Jelas Vtube tidak akan membayar orang yang menonton iklan, karena jumlah dari penonton akan semakin banyak dan beban yang ditanggung perusahaan semakin besar.

Tidak akan ada pengiklan yang mau mengiklankan produk atau jasanya di Vtube dengan alasan harga mahal, aplikasi tertutup (harus daftar dulu) dan penonton Vtube bukan target market yang bagus.

Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga bisa memberi gambaran tentang Vtube. Karena semua yang bahas pada artikel ini semua membahas kata Vtuber terkait Vtube dengan fakta aplikasi Vtube sebenarnya. Apabila ada yang mau ditanyakan terkait Vtube silahkan berkomentar dan apabila bermanfaat jangan lupa untuk share.

Inspirasi dari potingan Edward Sutanto II pada Group Facebook Masyarakat Anti Ponzi.

Leave a Reply

Scroll to top