Hukum Mengikuti Real Sultan – Analisis Fikih Muamalah

Saat ini Real Sultan sedang digandrungi oleh masyarakat, karena real sultan menjanjikan pengembalian uang sebesar 150 juta untuk setiap member. Real Sultan sendiri merupakan entitas perubahan dari Auto Gajian, dimana operasionalnya sudah dihentikan oleh OJK melalui surat edaran Satgas Waspada Investasi terkait entitas ilegal pada bulan April 2020. Auto Gajian (real sultan) sendiri dinyatakan haram oleh PCNU Tulungagung. Pada artikel ini akan membahas hukum mengikuti real sultan menggunakan analisis fikih muamalah.

Sekilas tentang Real Sultan (Auto Gajian)

Real Sultan mengakui dirinya sebagai komunitas berbagi, tetapi real sultan menjanjikan uang kembali dengan berkali-kali lipat. Komunitas ini memiliki tagline ikhlas, nurut dan gak rewel. Sistem real sultan adalah member membayar uang sebanyak 1,5 juta dan untuk beberapa bulan dijanjikan mendapatkan uang sebanyak 150 juta. Dan untuk member yang mendapatkan member baru maka akan diberi komisi sebanyak 500 ribu.

Ada keganjilan apabila melihat praktik real sultan ini, yaitu tentang janji setiap member mendapatkan uang sebanyak 150 juta. Hal ini karena tidak memungkinkan setiap member mendapatkan 150 juta tanpa adanya usaha/ bisnis yang dilakukan oleh real sultan. Maka real sultan ini dapat dimasukan kedalam Money Game. Money Game sendiri adalah proses pengumpulan dana, dimana keuntungan dan bonus didapatkan dari member itu sendri atau member baru.

Umur money game ini tidak akan bertahan lama karena semakin banyak member yang ikut maka beban sistem juga semakin berat. Contohnya praktik real sultan apabila ada 10 orang, maka uang yang terkumpul adalah 15 juta sedangkan bebanya adalah 1,5 Milyar. Bisa juga dicontohkan sebagai berikut untuk 1 member mendapatkan 150 juta maka harus ada 100 orang member baru yang masuk.

Tidak tepat mengatakan real sultan menerapkan konsep sedekah, karena dalam sedekah tidak ada harapan untuk mendapatkan keuntungan setelahnya (ikhlas). Karena sedekah semata-mata mengharapkan “imbalan” dan keridhaan dari Allah SWT.

Analisis Fikih Muamalah terkait Hukum Mengikuti Real Sultan

Dalam fikih muamalah setiap transaksi yang dilakukan selama belum ada larangan syari maka hukumnya dinyatakan sebagai mubah (boleh dilakukan). Sedangkan transaksi yang dilarang dalam muamalah umumnya ada 3 yaitu Maisyir (Judi), Gharar (tipuan daya) dan Riba (Bunga).

Kedzaliman dalam Real Sultan

Apabila melihat dari praktiknya maka real sultan ini merupakan tindakan dzalim dan mengambil harta orang lain dengan cara yang bathil. Karena untuk satu orang member mendapatkan 150 juta membutuhkan seratus member baru yang ikut mengikuti. Dalam real sultan tidak memungkinkan setiap member mendapatkan 150 juta, walau pun pengelola menjamin hal tersebut.

Gharar dalam Real Sultan

Real sultan mengandung transaksi gharar karena didalamnya penuh ketidak jelasan diantaranya,

  • Menyebut diri sebagai komunitas ikhlas berbagi, tetapi praktiknya menawarkan keuntungan berlipat ganda.
  • Real Sultan mengklaim tidak akan ada mitra terakhir yang merugi ini merupakan tipu daya. Karena secara matematika dan logika tidak memungkinkan setiap member mendapatkan uang yang dijanjikan.
  • Tidak ada memberikan perincian bagaimana cara pencairan dana.
  • Real Sultan walaupun dikatakan sebagai komunitas berbagi akan tetapi dalam praktiknya merupakan praktik investasi ilegal yaitu money game.

Riba dalam Real Sultan

Riba menurut bahasa adalah tambahan. Sedangkan menurut istilah adalah tambahan dalam hutang-piutang, tukar-menukar barang ribawi dan penundaan penyerahan barang ribawi. Real sultan masuk kedalam riba hutang-piutang, karena secara tidak langsung member meminjamkan uangnya dan berharap adanya tambahan dari uang yang disetorkan.

Real Sultan Tidak Memiliki Izin

Saat ini real sultan tidak memiliki izin dari pemerintah dan sebelumnya telah masuk ke dalam daftar investasi ilegal. Satgas Waspada Investasi telah memasukan auto gajian kedalam salah satu entitas yang menyelenggarakan investasi ilegal. Walau pun sudah berganti nama menjadi Real Sultan, tetapi kaena usaha yang dilakukan tetap sama maka peraturan tersebut masih berlaku.

Kesimpulan Hukum Mengikuti Real Sultan

Apabila melihat dari usaha yang dilakukan oleh Real Sultan, maka Real Sultan tidak boleh diikuti oleh muslim (Haram). Karena dalam usahanya memiliki beberapa hal yang tidak diperbolehkan seperti dzalim, gharar, riba dan tidak memiliki izin dari pemerintah (ilegal).

Kegiatan Real Sultan di Mata Pemerintah

Real Sultan di mata pemerintah merupakan investasi ilegal, hal ini ditunjukan dari Surat Satgas Waspada Investasi pada bulan April 2020. Dimana dalam surat itu menjelaskan bahwa real sultan (auto gajian) merupakan investasi uang ilegal. Kegiatan Real Sultan merupakan pelanggaran hukum karena termasuk ke dalam Skema Piramida (Ponzi). Dalam Undang-Undang no. 7 tahun 2014 pasal 9 berbunyi:

Pelaku Usaha Distribusi dilarang menerapkan sistem skema piramida dalam mendistribusikan Barang.

Undang-Undang no. 7 tahun 2014 pasal 9

Ada pun penjelasan terkait skema piramida dalam pasal 9 adalah kegiatan usaha yang memanfaatkan keikut sertaan member untuk memperoleh pendapatan atau imbaalan dari biaya partisipasi orang lain (member baru).

Baca juga: Auto Gajian (Real Sultan), Skema Ponzi dengan Dalih Berbagi

Hukum Mengikuti Real Sultan – Fatwa PCNU Tulungagung

Dalam fatwanya PCNU Tulungagung, menyatakan haram mengikuti real sultan disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  • Auto Gajian (Real Sultan) melanggar aturan pemerintah, karena termasuk salah satu entitas investasi ilegal yang dikeluarkan oleh Satgas Waspada Investasi (OJK).
  • Esensi dari auto gajian adalah haram karena termasuk kedalam kategori mengambil harta dengan orang alin dengan cara yang bathil. Walau pun dibungkus dengan “bungkus” apa pun, halal dan haram sebuah akad ada pada esensinya.

Untuk melihat fatwa PCNU Tulungagung tentang haramnya Real Sultan, disini.

Artikel ini ditulis oleh Athif Amirudin Muhtadi – Sarjana Ekonomi Syariah (Universitas Siliwangi).

Leave a Reply

Scroll to top