Analisis Fikih Muamalah tentang Hukum Mengikuti Aplikasi Vtube

Saat ini sedang banyak promosi di media sosial mengenai vtube. Vtube sendiri adalah aplikasi yang memberikan VP kepada membernya sebagai imbalan menonton iklan, yang nantinya dapat dijual kembali sesama member. Artikel ini akan membahas terkait Hukum Mengikuti Aplikasi Vtube dari sudut Analisis Fikih Muamalah.

Status Aplikasi Vtube

hukum mengikuti aplikasi vtube

Status saat ini vtube adalah ilegal sesuai dengan surat edaran daftar entitas Investasi ilegal oleh Satgas Waspada Investasi (SWI). Selain sudah masuk kedalam daftar SWI, izin aplikasi vtube sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik sudah dicabut oleh Kominfo. Begitupun dengan Izin Usaha Industri yang otomatis tidak berlaku karena izin dan praktik usaha tidak sesuai.

Untuk mengecek legalitas atau izin Kominfo bisa cek disini.

Cara Memainkan Aplikasi Vtube

Untuk memainkan aplikasi vtube kamu harus registrasi dulu didalam aplikasi, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi dimana akan diminta NIK dan nomor Handphone. Kemudian member sudah bisa menonton iklan, untuk pertama kali diberikan paket iklan secara gratis yaitu 10 iklan perhari dengan bayaran 0,3 VP selama 40 hari. Jadi yang bisa dikumpulkan selama 40 hari adalah 12 VP atau 12 dolar sesuai dengan yang diklaim Vtube (1 VP = 1 Dolar).

Setalah 40 hari berlalu, member bisa menjual VP tersebut ke exchange counter dengan syarat 10 VP ditahan untuk melanjutkan misi berikutnya. Jual-beli yang dilakukan di exchange counter, merupakan jual-beli yang dilakukan antar memebr. Vtube mengaku akan membeli VP apabila tidak terjual di exchange counter selama satu minggu. Akan tetapi sampai saat ini belum ada VP yang dibeli oleh Vtube sendiri,hal tersebut bisa dilihat dari curhatan member di group atau halaman Facebook komunitas vtube.

Selain hal yang sebutkan diatas, vtube juga menyuruh membernya untuk mencari member lain untuk registrasi dan menjalankan misi di vtube. Untuk Vtube sendiri memberikan bonus untuk membernya yang mendapatkan member yaitu dalam bentuk VP. Apabila member menginginkan penghasilan VP lebih besar maka member harus upgrade level dengan membayar dengan uang tunai. Level dari member Vtube itu ada beberapa macam dari bintang 1 sampai bintang 6.

Analisis Fikih Muamalah terkait Aplikasi Vtube

Dalam muamalah atau hubungan antara manusia dalam jual-beli baik jasa, produk dan kerjasama. Muamalah sudah diatur dalam syariat dan dirangkum pada fikih muamalah. Ada 3 hal utama yang dilarang pada setiap transaksi yaitu MAGHRIB (Maisyir, Gharar dan Riba), tapi dari ketiga hal tersebut ada 1 kesamaan yaitu tidak ada kezaliman kepada orang lain.

Maisyir adalah perjudian atau aplikasi jadi tidak boleh dalam suatu transaksi jual beli atau investasi adanya spekulasi didalamnya atau bahkan judi. Kedua, Gharar adalah tidak jelas atau penipuan, tidak jelas disini adalah tidak memberikan informasi yang benar terkait produk atau jasa. Ketiga, Riba adalah tambahan dari hutang-piutang atau bisa dibilang bunga dalam perbankan.

Gharar pada Aplikasi Vtube

Pada aplikasi vtube terdapat beberapa praktek ghararnya seperti legalitas, menonton video dibayar dan klaim gratis. Untuk yang pertama yaitu soal legalitas, Vtube dan member dalam promosinya menyatakan bahwa vtube merupakan perusahaan yang legal. Akan tetapi pada kenyataannya legalitas vtube sudah tidak berlaku. Ada dua legalitas yang sudah tidak berlaku yaitu PSE Kominfo dan Izin Usaha Industri.

Untuk PSE Kominfo diwajibkan untuk semua penyelenggara sistem elektronik dan sudah dicabut atas saran SWI. Izin Usaha Industri juga sudah tidak berlaku sesuai dengan perundang-undangan tentang Izin Usaha Industri. Dimana Vtube memiliki izin untuk usaha pengadaan, perakitan, instalasi dan perbaikan komputer sedangkan usaha yang dijalankan adalah usaha periklanan.

Kedua, promosi menonton dibayar atau digaji sering digunakan oleh member vtube untuk mencari mangsa. Hal ini adalah promosi yang tidak benar karena member tidak dibayar melainkan diberi VP. Dan VP tersebut juga tidak bisa langsung di withdraw atau ditarik dari perusahaan Vtube, melainkan harus dijual kepada member.

Ketiga, promosi bahwa aplikasi gratis adalah salah satu kebohongan lainnya. Para member dalam promosinya mengatakan bahwa untuk mendaftar vtube adalah gratis, tetapi tidak sepenuhnya benar. Karena untuk paket gratis hanya bisa mendapatkan maksimal 12 VP perbulan dan hanya bisa menjual 2 VP dan tentunya ini tidak menguntungkan sama sekali. Dan apabila kamu ingin naik ke level selanjutnya dengan gratis misalkan untuk naik ke bintang 2, maka memerlukan waktu lama sekali kurang lebih 9-12 bulan.

VP Dalam Tinjauan Fikih Muamalah

VP atau view point adalah bonus yang diberikan oleh perusahaan Vtube kepada member untuk diperjual belikan. Produk ini adalah produk fiktif karena tidak memiliki underlying asset. Underlying asset adalah aset keuangan yang menjadi dasar harga instrumen keuangan (dalam hal ini VP) dengan didasarkan harga yang didasarkan pada aset yang berbeda.

Pada VP tidak terdapat underlying asset yang mendasari nilainya yaitu dasar 1 VP bernilai 1 dolar. Hal ini ditakutkan nantinya bisa menjadi kerugian member, dimana harga dolar ditentukan oleh perusahaan. Bisa saja ketika sudah tidak ada pertumbuhan dari member, memang vtube membeli VP akan tetapi nilainya kurang dari 1 dolar. Mudah untuk memanipulasi nilai dari VP apabila tidak memiliki underlying asset.

Selain itu, fungsi dari underlying asset ini adalah untuk menambahkan nilai pada suatu instrumen. Contohnya seperti uang kertas kita sekarang hampir sama dengan VP. Akan tetapi uang kertas memiliki underlying asset yaitu simpanan emas, cadangan devisa dan jaminan dari pemerintah. Oleh karena itu uang kertas kita bisa dibelanjakan dimana saja.

Sama kasusnya dengan uang elektronik saat ini seperti Shopeepay, OVO, Dana dan Gopay. Semua instrumen yang disebutkan tersebut tidak memiliki nilai. Akan tetapi karena ada perusahaan yang menjamin bahwa instrumen tersebut sama dengan uang kertas. Atau bisa juga jaminan merchant dihutangi terlebih dahulu oleh perusahaan uang elektronik, yang nantinya dibayarkan dengan uang tunai ke merchant.

Kezaliman pada Aplikasi Vtube

Banyak kezaliman yang dilakukan oleh vtube yang dilakukan kepada member. Diantaranya seperti memberikan tugas kepada member untuk mengundang orang untuk menjadi member baru dan memberjual-belikan VP diantara member. Kenapa saya bilang bahwa mengajak orang baru untuk menjadi member adalah hal zalim? Karena member baru ini nantinya akan mau tidak mau membeli VP kepada leadernya. Padahal VP tidak memiliki nilai, selain itu member baru menjadi menghabiskan waktu untuk hal yang tidak bermanfaat.

Aplikasi Vtube Tidak memiliki Legalitas

Vtube tidak memiliki legalitas dari berbagai lembaga terkait seperti Kominfo, OJK dan Kemenkumham. Hal ini akan menjadi bumerang bagi member Vtube, bisa jadi terkena pidana. Pidana yang memungkinkan untuk menjerat adalah UU ITE dimana menyebarkan informasi yang tidak benar (hoax), karena kebanyakan member membagikan informasi tentang vtube seperti itu.

Kesimpulan Hukum Mengikuti Aplikasi Vtube

Dalam transaksi yang dilakukan oleh Vtube ada beberapa larangan syariat islam dalam transaksinya. Seperti adanya indikasi gharar dan kezaliman yang dilakukan oleh Vtube. Untuk transaksi gharar Rasullah bersabda,

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang jual beli al-hashah dan jual beli gharar” (HR. Muslim)

Selain itu jual-beli VP merupakan salah satu kezaliman yang dilakukan oleh member ke member lainnya. Karena pada dasarnya nilai dari VP itu tidak ada. Allah SWT berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu ; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (Qs. An-Nisaa: 29)

Kesimpulannya, adalah karena beberapa transaksi yang dilarang bisa dikatakan haram dan penghasilannya pun tidak halal. Ada baiknya untuk tidak mengikuti Vtube. Sekian artikel tentang hukum mengikuti aplikasi vtube (PT Future View Tech), terimakasih telah membaca artikel ini.

Baca juga beberapa artikel terkait Vtube:

Leave a Reply

Scroll to top