Istilah Ekonomi Syariah atau Ekonomi Islam yang Benar?

Ekonomi Syariah atau Ekonomi Islam?”, sebenarnya yang mana sih istilah yang paling tepat? Sebelum melihat sudah tepatkah hal tersebut, mari kita lihat terlebih dahulu pengertian dari kata Syariah.

Ekonomi Syariah Ekonomi Islam
Ekonomi Syariah atau Ekonomi Islam yang Benar

Pengertian Kata Syariah

Secara bahasa, kata syariah juga digunakan untuk menyebut madzhab atau ajaran agama. (Tafsir Al-Qurthubi, 16/163) atau memiliki arti lain yaitu aturan dan undang-undang. (Al-Misbah Al-Munir, 1/310).

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa syariah adalah aturan atau undang-undang dapat merujuk juga pada istilah ajaran agama.

Kata syariah tidak dapat berdiri sendiri, seperti Syariah Islam merujuk kepada aturan yang bersumber dari ajaran agama Islam. Contoh lainnya Syariat Kristen yang memiliki arti aturan yang bersumber dari ajaran agama Kristen.

Kata syariah sendiri di Indonesia diasosiasikan dengan aturan ajaran Islam baik yang digunakan dalam Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank atau Bisnis.

Kenapa Ekonomi Syariah Kurang Tepat?

Menurut saya penggunaan istilah syariah sendiri memiliki arti yang sangat umum. Akan lebih tepat apabila menggunakan kata Islam karena dalam kegiatan ekonomi yang muslim lakukan baik Perorangan, Lembaga Keuangan dan Non Bank dan Pariwisata adalah berdasarkan ajaran agama Islam (Al Quran dan Hadits).

Penggunaan kata syariah sendiri menurut saya digunakan karena muslim di Indonesia masih takut dengan “Islam” itu sendiri dan takut tidak menjangkau pasar non muslim di Indonesia. Padahal di negara sekuler sekelas Inggris, tidak ada yang namanya Sharia Bank hanya ada Islamic Bank.

Dengan penduduk mayoritas non muslim negara Inggris menjadi yang terdepan di Benua Eropa dalam penerapan ajaran Islam dalam ekonominya. Penggunaan nama “Islam” tidak membuat Bank Islam di Inggris kehilangan pasar non muslim. Bahkan Inggris sendiri sudah mendeklarasikan diri untuk menjadi Pusat Ekonomi Islam di Dunia. 

Baca Juga: Hukum Arisan dalam Islam

Keuntungan Menggunakan Istilah Ekonomi Islam

Dengan menggunakan kata Ekonomi Islam, ada beberapa keuntungan juga yang didapatkan:

  1. Mengurangi Islamophobia, dengan menggunakan istilah Ekonomi Islam bisa mengurangi persepsi khususnya masyarakat di Indonesia tentang ajaran agama Islam yang Radikal dan Intoleran dengan memperlihatkan salah satu ajaran nya dalam bidang Ekonomi.
  2. Lebih Bertanggung Jawab, Praktisi Ekonomi Islam (Lembaga Keuangan Bank & non Bank dan Pariwisata) menjadi lebih bertanggung jawab dalam kegiatan usahanya.
  3. Sarana Dakwah Islam Kepada Non Muslim, “Bagaimana seorang non muslim tertarik atau tidak takut dengan Islam apabila penganutnya cenderung menjauhi “agama” nya?”

Kesimpulannya adalah bahwa penggunaan istilah Ekonomi Islam lebih tepat dibandingkan dengan istilah Ekonomi Syariah. Penggunaan kata Syariah menurut saya hanyalah sebuah “ketakutan” praktisi Ekonomi Islam kehilangan “pasarnya”. Wallahu a’lam bish-shawabi.

Semua tulisan diatas merupakan Opini Penulis tidak ada hubungan dengan tempat Penulis bekerja.

Bagaimana Pendapatmu? Apakah setuju dengan pendapat penulis?

Apabila ada kekeliruan, pendapat yang berbeda, kritik, tidak setuju dengan penulis dan hal yang perlu di diskusikan, silahkan tulis di kolom komentar.

Like Fanspage Luminesia, DISINI!

One thought on “Istilah Ekonomi Syariah atau Ekonomi Islam yang Benar?

Leave a Reply

Scroll to top