Ciri-Ciri dan Modus Operandi Investasi Ilegal di Indonesia

Akhir-akhir ini kita sering mendapatkan kabar tentang korban investasi ilegal di Indonesia baik pada media televisi maupun media digital. OJK melalui Satgas Waspada Investasi setiap bulannya memberikan daftar terbaru perusahaan atau entitas ilegal yang menawarkan investasi dalam bentuk uang, forex (jual-beli mata uang asing), cryptocurency (koin digital), Multi Level Marketing (MLM), Fintech (pinjaman online), dan lainnya. Untuk bulan Juni 2020 tercatat 105 fintech ilegal dan 99 entitas yang dihentikan oleh OJK.

Seharusnya dengan adanya Satgas Waspada Investasi maka dapat meminimalisir adanya korban investasi ilegal, tetapi masyarakat masih saja tertipu dengan investasi ilegal. Investasi ilegal ini tidak hanya menyasar berbagai korban seperti masyarakat kalangan bawah, pejabat, artis hingga oknum penegak hukum. Contoh kasus terbaru adalah Memiles yang melibatkan beberapa nama artis dan oknum pejabat hingga saat ini belum diputuskan statusnya sebagai tersangka atau sebatas saksi.

Faktor Banyaknya Korban Investasi Ilegal di Indonesia

Ada beberapa faktor yang menyebabkan banyaknya korban, antara lain;

  1. Kurangnya Literasi Masyarakat
    Harus diakui masyarakat Indonesia malas dalam membaca. Ini dapat dilihat dari banyaknya korban investasi ilegal, yang sebenarnya sangat mudah untuk mengidentifikasinya.
  2. Tidak Ada Tindakan Tegas untuk Entitas Ilegal
    Semua entitas ilegal yang sudah masuk dalam “daftar hitam” Satgas Waspada Investasi tidak diberikan tindakan yang tegas, seperti dilakukannya penahanan untuk pelaku investasi ilegal.
    Contoh terbaru adalah Auto Gajian, pada bulan April 2020 masuk kedalam daftar entitas ilegal serta adanya penghentian usaha dalam penawaran investasi uang tanpa izin. Akan tetapi saat ini usaha Auto Gajian tetap berjalan dengan nama baru yaitu Real Sultan dengan kegiatan yang sama.
  3. Kurang Tanggapnya Otoritas Terkait
    Dalam menyatakan suatu entitas melakukan investasi ilegal, Satgas Waspada Investasi biasanya memerlukan beberapa waktu. Hal ini sangat disayangkan karena dengan semakin lamanya entitas itu berjalan maka semakin banyak pula korban yang berjatuhan. Untuk kasus entitas offline yang melakukan investasi ilegal sulit untuk mendeteksinya, akan tetapi apabila entitas tersebut melakukan pemasaran melalui media online maka seharusnya bisa segera diambil tindakan tegas minimal memasukannya ke dalam dafrat entitas ilegal.
  4. Bias Pelaku dan Korban Investasi Ilegal
    Dalam investasi ilegal cenderung sulit dan lama dalam penanganannya oleh pihak penegak hukum. Hal ini disebabkan oleh member dapat dikatakan sebagai pelaku (tersangka) dan korban dari investasi ilegal ini. Disatu sisi uang member hilang dibawa kabur oleh owner investasi ilegal, tapi disisi lain member mengajak member baru untuk ikut dalam investasi ilegal.

Ciri-ciri dari Investasi Ilegal

Ada beberapa ciri yang membedakan antara investasi legal dan investasi ilegal, diantaranya:

  1. Tidak memiliki Izin
    Investasi Ilegal jelas tidak akan memiliki izin dari Lembaga Otoritas terkait. Untuk Investasi sendiri ada dua otoritas yaitu OJK dan BAPPETI. OJK mengawasi investasi pada Perbankan, non Perbankan (asuransi, fintech, Lembaga pembiayaan, dan yang lainnya) dan Pasar Modal. Sedangkan, untuk BAPPETI mengawasi penjualan perdagangan berjangka seperti forex, cryptocurrency (koin digital) sampai emas berjangka. Untuk melakukan kegiatan pengumpulan dana atau Investasi perusahaan tidak cukup hanya dengan izin usaha atau akta pendirian usaha, melainkan harus ada izin khusus dari otoritas terkait. Banyak juga entitas yang mencamtumkan logo OJK dan BAPPETI agar seolah-olah legal, akan tetapi sebenarnya tidak memiliki izin. Cara terbaik adalah melihat perusahaan tersebut sudah mendapatkan izin diwebsite resmi OJK dan BAPPETI.
  2. Investasi Ilegal menawarkan keuntungan tidak wajar
    Hal yang dapat menjadi patokan suatu keuntungan yang ditawarkan oleh perusahaan wajar atau tidak adalah Bunga Perbankan. Karena tingkat suku bunga perbankan telah diatur oleh Pemerintah melalui Bank Indonesia dengan melihat berbagai faktor. Bunga simpanan yang berada di Bank adalah bunga untuk jangka waktu 1 tahun, maka jika Bank yang anda punya menawarkan bunga sebanyak 6% maka setiap bulannya anda mendapatkan bunga 0,5%. Jadi apabila ada yang menawarkan keuntungan yang melebihi bunga simpanan di Bank, maka dapat dipastikan itu adalah investasi Ilegal.
  3. Tidak Ada Kejelasan Laporan Keuangan
    Dalam investasi ilegal biasanya tidak jelas kemana dana investor diputarkan atau dikembangkan. Untuk menarik dan meyakinkan korban, pelaku biasanya tidak memperlihatkan laporan keuangan akan tetapi langsung memperlihatkan bukti transfer atau hadiah yang diterima nasabah.
  4. Menawarkan Investasi tanpa Risiko
    Risiko sudah dipastikan tidak ada di investasi ilegal, karena dalam investasi ini yang ditawarkan hanya keuntungan yang pasti dan besar untuk menarik korban. Padahal kenyataannya setiap investasi yang mendatangkan keuntungan besar biasanya disertai dengan risiko besar, begitu pun sebaliknya.
    Investasi ilegal forex dan cryptocurrency biasanya menawarkan hal ini. Padahal baik forex maupun cryptocurrency memiliki risiko yang besar dan ini tidak pernah diberitahukan kepada calon korban.
  5. Bergantung Adanya Member Baru
    Investasi ilegal tidak memiliki fondasi yang kuat dalam bisnisnya (penjualan produk/ jasa), maka investasi ilegal sangat bergantung dengan member baru. Karena keuntungan yang didapatkan oleh investor merupakan uang dari investor itu sendiri atau dari member baru yang masuk. Maka dalam investasi ilegal ada yang dinamakan praktek member get member, dimana member lama yang merekrut member baru mendapatkan komisi atau bonus.
    Skema member get member ini dinamakan Skema Ponzi atau lebih dikenal dengan nama Arisan berantai. Skema Ponzi ini telah dilarang di Indonesia dalam Undang-Undang nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Pasal 9, yang menyatakan “Pelaku usaha distribusi dilarang menerapkan skema piramida dalam mendistribusikan barang”.

Sedang hangat: Skema Ponzi Auto Gajian atau Real Sultan

Modus Operandi Investasi Ilegal di Indonesia

Investasi ilegal apapun modusnya pada umumnya pasti menggunakan skema ponzi dalam prakteknya. Ada pun beberapa modus yang dilakukan oleh pelaku investasi ilegal, antaralain:

  1. Jual-Beli Forex dan Koin Digital
    Forex dan Koin Digital ini menawarkan keuntungan yang tidak wajar biasanya dan tidak memberikan penjelasan terkait risiko yang ada didalamnya. Padahal banyak sekali risikonya, seperti dalam koin digital yang nilainya tidak akan naik apabila hanya diperjual-belikan dalam satu komunitas.
  2. Kerjasama Bisnis
    Bisnis yang ditawarkan oleh pelaku investasi ilegal ini banyak jenisnya seperti peternakan, kavling, perkebunan dan sebagainya. Tapi satu hal yang membuatnya menjadi investasi ilegal adalah menawarkan keuntungan yang tidak wajar dan mengharuskan untuk mencari member baru.
  3. Multi Level Marketing
    Sebenarnya tidak ada yang salah dengan MLM, karena system ini membantu produk baru dapat terjual dipasaran. Akan tetapi para pelaku investasi bodong banyak berlindung dalam cara marketing ini. Ciri MLM yang menggunakan skema ponzi antaralain:
    1. Produk hanya sebagai kamuflase, biasanya produk yang dijual tidak laku dipasaran dan over claim dalam manfaat/ keunggulan produk.
    2. Fokus pada mencari member bukan penjualan produk. Dapat dilihat dari pemberian komisi/ bonus yang diberikan lebih besar untuk mendapatkan member dibandingkan penjualan produk.
    3. Produk lebih mahal dibandingkan dengan produk yang sama dipasaran.
  4. Menonton dan Mengklik Iklan
    Modus investasi ilegal selanjutnya adalah mendapatkan pendapatan dengan menonton dan mengklik iklan baik dalam aplikasi maupun website. Biasanya setiap menonton atau mengklik iklan member akan mendapatkan poin yang nantinya dapat ditukarkan menjadi uang.
    Penipuan dari investasi ini pada biaya pendaftaran atau pada biaya upgrade akun member, karena tanpa upgrade tidak bisa mendapatkan poin lebih banyak. Untuk bulan pertama dan kedua penarikan uang masih lancar akan tetapi setelahnya biasanya mengalami kemacetan.
  5. Arisan
    Dalam modus ini pelaku akan menawarkan pemenang arisan dengan barang yang sebenarnya tidak akan mencukupi dengan uang anggota arisan. Biasanya terdapat biaya pendaftaran dan pastinya ada rekrut merekrut member.

Mari kita lebih berhati-hati dalam memilih jenis investasi. Apabila anda menemukan entitas atau praktik investasi illegal, anda dapat melaporkannya ke OJK melalui kontak nomor 157 dan email: konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

Daftar Investasi Ilegal dapat dilihat di website OJK, Satgas Waspada Investasi.

Leave a Reply

Scroll to top