Sembelit pada bayi sangat memungkinkan sekali, ditambah dengan bayi yang berusia MPASI. Salah memberi makan akan menyebabkan bayi susah untuk buang air besar atau BAB. Ini juga yang terjadi pada Qiana 2 kali sembelit. Disini saya akan menceritakan pengalaman saya dalam mengatasi sembelit pada Bayi di usia mpasi.

Cara Pencegahan dan Penanganan Alergi pada Bayi Umur Mpasi Cara Mengatasi Sembelit Pada Bayi di Usia Mpasi
Photo-by-henley-design-studio-on-unsplash

Penyebab Sembelit Pada Bayi

Dikutip dari alodokter ada beberapa hal yang menyebabkan bayi sembelit, antaralain:

Pertama, Bayi Baru Memakan Makanan Padat

Perpindahan dari ASI kepada makanan padat biasanya menyebabkan sembelit. Dikarenakan lambung masih dalam tahap penyesuaian dengan makanan padat.

Kedua, Mengalami Kekurangan Cairan

Bayi yang mengalami kekurangan cairan bisa menyebabkan sembelit. Hal ini bisa terjadi karena dehidrasi dapat menyebabkan kotoran kering dan sulit untuk dikeluarkan.

Ketiga, Susu Formula

Pada beberapa susu formula ada beberapa komposisi yang sulit dicerna oleh Bayi. Selain hal tersebut hal ini bisa menjadi indikasi bahwa anak anda memiliki alergi kepada susu formula. Akan tetapi untuk saat ini sudah ada susu formula khusus tinggi serat.

Keempat, Kondisi Khusus Tertentu

Untuk bayi umur kurang dari 6 bulan, biasanya memiliki keadaan khusus. Antaralain alergi susu sapi, penyakit celiac, kadar kalsium terlalu tinggi dalam darah (hiperkalsemia), hipotiroid, penyakit Hirschprung, dan kelainan sumsum tulang belakang. Semua keadaan tersebut dapat menyebabkan susah untuk buang air besar atau sembelit.

Pengalaman Mengatasi Sembelit Pada Bayi MPASI

Saat ini saya memiliki bayi, saat ini alhamdulillah sudah masuk usia mpasi. Namun beberapa waktu terakhir mengalami kesulitan BAB. Kemungkinan karena perubahan makanan seperti yang dikatakan Alodok. Saat ini berumur 7 bulan saat ini, sudah mpasi semenjak umur 6 bulan. Akan tetapi makananannya dibuat lebih kasar oleh bundanya.

Pada hari pertama anak saya susah BAB, kelihatan sekali dari mukanya bahwa sedang menahan rasa sakit susah BAB. maka setelah search di google maka anak saya pun di ganti makanannya menjadi lebih lembut dan digempur dengan air putih dan ASI. Namun belum ada perkembangan sampai hari ke 2.

Hari kedua, anak saya masih merasakan sembelit. Dari sana saya menelepon sepupu saya yang Dokter untuk menanyakan obat apa yang diberikan kepada anak saya yang sedang mengalami sembelit. Lalu sepupu saya ini menyarankan untuk memberikan microlax kepada anak saya dan juga memberikan pepaya supaya buang air besarnya lancar. Pada hari kedua ini saya dan istri berkomitmen untuk tidak langsung memberikan obat, tetapi dengan memberikan pepaya dan juga air yang banyak.

Baca juga: Cara Pencegahan dan Penanganan Alergi pada Bayi Umur Mpasi

Hari kedua, pada malam harinya Saya dan istri pun pergi ke Bidan di dekat rumah untuk menanyakan kondisi anak kami. Setelah memakan pepaya dan meminum air yang banyak, memang BAB sudah mulai lancar akan tetapi masih sulit untuk keluar. Dan setelah sampai di Bidan, menyarakan hal yang sama yaitu memakan pepaya, minum air yang banyak dan coba untuk menggunakan microlax.

Untuk penggunaan microlax sendiri bisa dibantu oleh tenaga medis (bidan dan lainnya) atau dilakukan sendiri. Dosisnya sendiri secukupnya saja, tidak semua obat dimasukan. Alhamdulillah, anak kami pun BAB dengan lancar.