Sekarang sedang booming “nonton iklan dibayar” ini merupakan tagline dari sebuah aplikasi yang bernama vtube. Banyak yang bertanya terkait dengan aplikasi ini mulai dari legalitas sampai kepada pertanyaan apakah bisnis vtube aman. Dalam artikel ini kita akan membahas terkait bisnis vtube tersebut.

Aplikasi vtube bisnis iklan digital

Disclaimer: Apabila ada beberapa hal yang salah terkait vtube pada artikel ini. Silahkan salahkan aplikasinya, kenapa tidak memiliki website resmi (katanya perusahaan BIG DATA). Semua informasi yang saya dapat dari member vtube baik yang ada di sosial media dan lain-lain. Yang tentunya kadang opini mereka berbeda terkait hal mengenai vtube ini.

Sekilas Aplikasi Vtube

Vtube merupkan aplikasi yang dibuat untuk penggunannya agar mendapatkan uang dengan cara menonton iklan yang sudah disediakan oleh pengembang. Setiap orang berhak untuk mendapatkan 0,3 VP (View Point) setelah menjalankan misi satu hari.

Ada pun VP ini diberi nilai sebanyak 1 dolar untuk 1 VP. Namun yang harus diingat adalah VP ini tidak di cairkan kepada pengembang melainkan harus dijual kembali kepada member. Hal ini juga yang menandakan bahwa aplikasi ini menerapkan skema ponzi.

Sekilas Skema Ponzi Aplikasi Vtube

Skema Ponzi sendiri menurut bantahan member vtube adalah ketika downline tidak bisa lebih sukses dibandingkan dengan upline nya. Padahal yang dimaksud dengan skema ponzi merupakan semua jenis investasi dimana keuntungan atau bonus membernya berasal dari member lain atau modal dia sendiri.

Dan jelas bahwa aplikasi vtube merupakan aplikasi dengan skema ponzi dimana identik harus ada member baru untuk mendapatkan keuntungan. Mengapa harus ada member baru di vtube? Agar VP bisa dijual ke member baru yang ingin mengupgrade levelnya.

Skema Ponzi ini banyak memakan korban dan banyak sekali modusnya. Dan salah satunya adalah Vtube, menonton iklan dijanjikan mendapat uang padahal dibayar dengan VP. Dan itu pun harus dijual kepada sesama member.

Apakah Bisnis Vtube Aman?

Kembali ke pertanyaan pada judul artikel ini, apakah bisnis vtube aman? Jelas tidak. Karena ada kemungkinan member mengalami kerugian, walau pun tidak dibawa langsung oleh yang punya aplikasi. Kemungkinan yang terburuk adalah ketika VP member tidak lagi ada yang beli.

Apakah mungkin VP tidak ada yang beli? Mungkin saja. Karena VP harus dijual kepada member baru atau lama yang ingin melakukan kenaikan level (fast track). Ketika tidak ada member baru dan supply VP banyak sudah pasti tidak ada harganya.

Bisnis Vtube Aman Dari Segi Izin Legalitas

Melihat dari sisi perizinan jelas aplikasi ini tidak aman. Karena sesuai dengan surat Satgas Waspada Investasi (SWI), bahwa vtube merupakan entitas investasi ilegal. Dan disebutkan juga bahwa izin kominfo dicabut dan izin usahanya tidak sesuai dengan bisnis yang dijalankan.

Setahu saya sampai saat ini ada 3 izin yang dimiliki oleh vtube, yaitu;

  1. Izin PSE Kominfo, yang telah dicabut sesuai dengan rekomendasi SWI.
  2. Izin Usaha Industri, yang tidak berlaku karena izin dan bisnis yang dilakukan tidak sesuai.
  3. Izin Komersil, yang harus memenuhi komitmen izin usaha indusri.

Untuk saat ini mendapatkan izin sangat mudah karena ada sistem OSS. Setiap usaha bisa mendapatkan izin pendahuluan terlebih dahulu dan diwajibkan berkomitmen untuk memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Dan izin vtube ketiganya baru izin pendahuluan, belum berbentuk surat izin. Perbedaan izin pendahuluan terdapat catatan pada izinnya (cek sendiri di google, legalitas vtube).

Saat ini vtuber (member vtube), tidak lagi menggunakan ketiga hal tersebut sebagai legalitas tetapi menggunakan NIB (Nomor Induk Berusaha). Yang apabila dicari di website resmi pemerintah sudah pasti ada. Akan tetapi NIB ini merupakan persyaratan sebelum mendapatkan ketiga izin yang disebutkan diatas. NIB hanya merupakan Tanda Daftar Perusahaan bukan izin.

Membantah Vtuber tentang Legalitas

Pertama, ada beberapa vtuber mengatakan bahwa izin PSE Kominfo ditakedown karena sedang melakukan perizinan ecommerce. Padahal izin ecommerce itu di urus dibawah kementrian perdagangan, yang disebut dengan izin PMSE (Perdagangan Melalui Sistem Elektronik). Dan salah satu syaratnya (komitmen) adalah menyerahkan izin PSE Kominfo. Jadi, hal lucu jika ada perusahaan yang mentakedown izinnya untuk izin yang lain padahal hal tersebut merupakan salah satu persyaratannya.

Baca Juga: Kupas Tuntas Izin Legalitas Aplikasi Vtube

Kesimpulannya, dari segi legalitas vtube merupakan bisnis yang tidak aman. Karena kita tidak tahu kapan akan diberhentikan secara paksa aplikasi tersebut. Dan kasihan kepada vtuber yang sudah melakukan fast track dan memiliki VP belum terjual. Karena VP tidak ada harganya.

Bisnis Vtube Aman Karena Penghasilan Iklan Besar

Pada iklan vtube yang sering di screenshot oleh membernya, banyak iklan dengan brandnya dan nama besar, sudah pasti penghasilannya pun besar sekali. Akan tetapi perusahaan besar tersebut tidak pernah memasang iklan pada aplikasi vtube. Hal ini bisa dikonfirmasikan sendiri kepada produk yang ada di vtube melalui email resmi atau akun sosial media resmi yang bersangkutan.

Iklan yang ada divtube kemungkinan adalah admob atau iklan yang bisa dipasang pada aplikasi android atau merupakan embed video youtube. Logika sederhananya gini, yang pasang iklan belum tentu tapi VP yang diberikan kepada member sudah pasti. Mana ada perusahaan yang mau mengorbankan keuntungan yang pasti dengan biaya yang pasti. Makanya VP diperjual-belikan antar member bukan di bayar langsung perusahaan.

Vtube Aman Karena Ada Alamat Perusahaan

Sampai saat ini apabila mencari alamat kantor vtube maka akan ketemu Gedung Kinanti Building. Padahal vtube disana hanya menyewa virtual office (sewa alamat) dan tidak ada ruang kantornya. Ini dibuktikan oleh Bapak Tjandra Tedja di akun Youtubenya. Dimana vtube hanya menyewa alamatnya saja tidak dengan kantor fisiknya.

Bisnis Vtube Aman Karena Perusahaan BIG DATA

Hal lucu ada klaim suatu perusahaan bahwa mereka merupakan perusahaan BIG DATA, tetapi tidak ada website resminya. Karena vtube sendiri website resminya tidak bisa dibuka karena di blokir, harus dengan VPN.

Seharusnya apabila perusahaan BIG DATA mudah membuka blokir situsnya. Karena pemilik situs bisa mengajukan banding kepada kominfo untuk websitenya tidak di blokir. Jadi, websitenya diblokir karena memang melakukan kegiatan ilegal.

Tidak perlu terlalu banyak membicarakan terkait BIG DATA apabila untuk hal yang remeh-temeh seperti website saja masih di blokir oleh Kominfo.

Vtube Aman Karena ada Oknum OJK, Polisi dan TNI Menjadi Member

Ada beberapa vtuber yang menganggap bahwa bagaimana usahanya ilegal apabila membernya saja ada yang berprofesi sebagai pegawai OJK, Polisi dan TNI. Sebuah bisnis tidak bisa dikatakan legal, aman atau boleh berjalan apabila ada oknum yang bergabung dengan bisnis tersebut. Logikanya gini “Seorang Oknum Polisi menjual Narkoba, apakah otomatis legal?”.

Kesimpulan

Vtube dari segi legalitas, penghasilan usaha dan alamat kantor pun belum jelas. Maka untuk saat ini dapat disimpulkan bahwa Vtube tidak aman. Bagaimana bisa menjamin keamanan apabila bisnisnya pun ilegal dan tidak ada yang mengawasi. Logikanya gini sekelas Tokopedia yang bisnisnya legal dan sudah mendunia, bisa kecolongan “penjualan data” apalagi perusahaan yang izinnya telah dicabut atau ilegal.