Saat ini sedang booming yang namanya cryptocurrency, hal ini banyak dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Karena masyarakat Indonesia cenderung kurang informasi dan literasi akan hal tersebut. Dalam artikel kali ini penulis akan membahas tentang salah satu trader (katannya) cryptocurrency yaitu Lucky Trade Community (LTC).

Lucky Trade Community: Komunitas Trading Cryptocurrency Ilegal

Sekilas Tentang Crypto Currency

Cryptocurrency (koin digital) adalah mata uang digital yang dipakai untuk bertransaksi virtual dalam jaringan internet. Sandi-sandi rahasia yang cukup rumit berfungsi melindungi dan menjaga keamanan mata uang digital ini. Kita bisa mendapatkan keuntungan dari crytocurrency ada dua cara yaitu jual ketika harga naik dan dengan cara menambang.

Khusus menambang bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan dana dan sumber daya yang besar. Apabila ada yang menawarkan mining dengan cara mudah maka harus diperhatikan sumber daya nya seperti komputer berharga tinggi, koneksi internet yang cepat dan biaya listrik yang besar.

Jumlah koin juga biasanya terbatas seperti bitcoin jumlahnya adalah 21 juta, jadi menambangnya menjadi semakin susah. Jadi apabila ada yang menawarkan cryptocurrency baru pertanyakan juga berapa jumlah maksimal dari koinnya.

Sekilas Tentang Lucky Trade Community

Hanya sedikit informasi terkait komunitas ini, seperti penulis cek di halaman website resminya. Lucky Trade Community (LTC) adalah sebuah komunitas yang menjalankan trading crypto currency dengan membagi hasil keuntungannya.

LTC menawarkan enam paket yaitu mini, standard, premium, eksklusif mini, ekslusif standard dan ekslusif premium. Paket ini berbeda dari jumlah uang yang diinvestasikan mulai dari 1 juta sampai 100 juta rupiah. Komunitas ini menawarkan 0,5% – 3% bonus pasif untuk setiap penggunannya.

Di LTC sendiri memiliki program referal terdiri dari 2 bonus yaitu sponsor dan pairing masing-masing diganjar 10%. Sponsor itu untuk yang mengajak gabung LTC dan pairing adalah dimana member memiliki 2 member (1 kanan, 1 kiri) membentuk segitiga.

Selain itu terdapat 2 bonus lainnya yaitu pin aktifasi sebesar Rp. 50.000 – Rp. 100.000. Dan bonus pencapaian Rp. 5.000.000 – Rp. 500.000.000 sesuai pencapaian. Untuk alamat kantor atau pun yang lainnya pada website LTC tidak dicantumkan.

Skema Ponzi dan Skema Piramida Lucky Trade Community

Penulis melihat LTC ini menggunakan skema ponzi dan skema piramida dalam melakukan transaksinya, mari kita bahas.

Sekilas Skema Ponzi

Skema ponzi merupakan skema yang menawarkan keuntungan atau bonus kepada anggotanya berasal dari uang yang disetorkan member atau dari memmber baru yang diajak. Untuk bisnis menggunakan skema ini, pasti lama-kelamaan akan SCAM (uang dirampok) oleh yang mempunyai kegiatan usahanya. Umur dari skema ini tidak akan lama karena keuntungan tergantung dari member baru, ketika tidak ada pertumbuhan member maka usaha dengan skema ini akan mati.

Baca Juga: Ciri-ciri dan Modus Operandi Investasi Ilegal di Indonesia

Sekilas Skema Piramida

Skema piramida tidak terlalu jauh berbeda dengan skema ponzi. Pengertian dari skema piramida sendiri adalah skema yang mendapatkan keuntungan bukan dari penjualan produk, melainkan dari keikutsertaan member. Skema piramida ini biasanya mengharuskan membernya untuk merekrut member lain yang nantinya akan membentuk skema piramida.

Biasanya dalam skema piramida nantinya akan membentuk struktur seperti piramida walau pun banyak juga jenis lain yang sama dengan piramida. Yaitu skema trinary dimana member harus mengajak minimal 3 member dan skema matahari dimana satu orang diharuskan untuk mengajak banyak orang. Ciri khusus dari skema piramida ini adalah tidak ada produk atau ada produk tetapi kualitasnya sangat buruk atau tidak laku dipasaran. Produk ini hanya kedok di balik skema piramida yang dikerjakan.

Lucky Trade Community Menggunakan Dua Skema

Apabila melihat dari transaksi yang dilakukan oleh LTC maka bisa disimpulkan komunitas ini masuk kedalam dua skema tersebut. Hal itu mungkin terjadi karena,

  • Pertama, perdagangan cryptocurrency tidak selalu untung tetapi LTC menawarkan keuntungan pasif tetap sampai 3 persen. Bahkan dalam beberapa kesempatan seperti Bitcoin saja bisa turun harganya sampai 100 jutaan.
  • Kedua, walau pun penghasilan dari mining, tidak semudah itu mendapatkan keuntungan menambang membutuhkan waktu yang lama.
  • Ketiga, menawarkan bonus perekrutan
  • Keempat, menggunakan skema piramida dimana ada bonus pairing didalamnya
  • Kelima, sangat tidak wajar menawarkan investasi dengan keuntungan yang tetap di komoditas yang sangat fluktuatif setiap harinya.

Legalitas Lucky Trade Community

Apabila dari sisi legalitas jelas LTC ini tidak ada karena merupakan komunitas. Sedangkan untuk bisa menyediakan investasi (mengumpulkan dana masyarakat) harus memiliki izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena LTC jual-beli cryptocurrency maka harus mendapat izin juga dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPETI) dibawah Kementrian Perdagangan.

Nah, karena LTC ini bentuknya komunitas maka sebenarnya tidak boleh menawarkan jasa investasi atau jual-beli cryptocurrency. Dalam daftar perusahaan yang memiliki izin investasi atau jual-beli cryptocurrencty pun LTC tidak dapat ditemukan. Karena itu LTC ini merupakan komunitas investasi ilegal. Sehingga sewaktu-waktu bisa saja kegiatannya dihentikan oleh lembaga resmi terkait.

Pernyataan tersebut dapat dilihat pad link berikut (Lucky Trade Community Nomor 6)

Sudah Dinyatakan Ilegal oleh OJK

Pada bulan September 2020 OJK melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) memasukan LTC ke dalam daftar entitas ilegal investasi. SWI sendiri merupakan lembaga dibawah OJK bekerja sama dengan 13 lembaga terkait lainnya, melakukan pencegahan dan pemberhentian suatu usaha atau perusahaan yang menawarkan investasi ilegal (bodong). Dalam keterangannya hal yang dinyatakan ilegal LTC adalah terkait perdagangan/investasi aset kripto dengan bonus pasif dan aktif hingga 300% tanpa izin. Status entitas ilegal ini bisa menyebabkan LTC ditutup secara paksa tanpa ada pemberitahuan.

Saran Untuk Yang Sudah Bergabung Lucky Trade Community

Ini adalah saran penulis untuk yang mengikuti LTC, segera tarik dana yang ada di dalam Komunitas. Minimal modal yang telah disetorkan kepada LTC. Sebelum OJK atau lembaga terkait lainnya memberhentikan paksa investasi ilegal yang dilakukan oleh LTC.

Saat ini anda mungkin untung dalam berinvestasi di LTC, tapi itu tidak akan lama karena menggunakan skema ponzi. Dimana Komunitas atau usaha yang menggunakan skema ponzi akan terus berjalan sampai pertumbuhan member berhenti. Ketika anda mendapatkan keuntungan berarti ada orang lain yang dirugikan dan biasanya yang rugi adalah member yang terakhir bergabung.

Dalam syarat & ketentuannya ada yang mengerikan dan pasti banyak yang tidak membaca. Dibagian force majure, manejemen di bebaskan dari tuntutan member apabila terjadi force majure atau kebijakan pemerintah. Ini berarti sudah direncanakan, karena memang dari awal LTC tidak akan bisa mendapatkan izin dari OJK atau Bappeti karena berbentuk komunitas.

Jadi sebelum ditutup paksa lebih baik menarik dana (modal)yang ada di Lucky Trade Community. Untuk kedepannya lebih berhati-hati dalam berinvestasi. Yang legal saja masih bisa gagal bayar, apalagi yang ilegal lebih besar lagi kemungkinannya.

Nah, sekian artikel kali ini. Semoga bermanfaat, jangan lupa share dan subcribe blog ini. Terimakasih telah membaca.