Bagaimana Hukum Arisan menurut Islam?

Hukum Arisan Menurut Islam
Hukum Arisan Menurut Islam | Source: Tribunnews Jambi

Dalam artikel ini saya akan membahas mengenai bagaimana hukum arisan menurut islam. Cek pembahasannya dibawah ini.

Apa itu Arisan?

Sebelum mengetahui bagaimana hukum arisan, maka kita perlu mengetahui apa itu arisan. Arisan adalah kegiatan mengumpulkan uang dalam kelompok pada jangka waktu tertentu. Dimana pada waktu tertentu anggotanya akan berkumpul untuk mengundi siapa yang akan mendapatkan uang arisan dan terus seperti itu sampai semua anggotanya memenangkan uang arisan.  

Hukum arisan menurut Islam

Arisan merupakan sebuah transaksi muamalah. Apabila melihat kaidah fiqh,  

“Semua bentuk muamalah diperbolehkan, kecuali ada dalil yang mengharamkan nya.”  

Kaidah Ushul Fikih

Dari kaidah tersebut arisan diperbolehkan, dikarenakan tidak ada dalil (Al Quran dan Hadits) menunjukan bahwa arisan itu haram.  

Bentuk transaksi arisan adalah hutang piutang dimana pemenang arisan sebenarnya meminjam uang kepada seluruh anggota arisan dan mengembalikan pinjaman tersebut dengan membayar iuran arisan sampai anggota terakhir.   Dengan demikian ada beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai arisan ini, karena arisan merupakan transaksi hutang piutang maka berlaku juga hukum hutang piutang didalam nya.

Baca juga: Hukum Kartu Kredit Bunga Nol Persen

Konsekuensi Arisan

Karena arisan digolongkan kedalam akad utang-piutang maka, ada konsekuensi dalam transaksi arisan yaitu:

Pertama, bagi pemenang arisan wajib mengikuti arisan dan membayar iuran arisan sampai seluruh anggota mendapatkan uang arisan. Apabila enggan membayar iuran arisan sama saja dia tidak membayar hutangnya. Rasulullah Bersabda,  

“Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhari no. 18 dan Ibnu Majah no. 2411).  

Sabda Nabi Muhammad SAW

“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan [3] hutang, maka dia akan masuk surga”. (HR. Ibnu Majah no. 2412)  

Sabda Nabi Muhammad SAW

Kedua, kebiasaan orang arisan di Indonesia adalah adanya tradisi makan-makan di tempat pemenang arisan. Hal ini sebenarnya keliru karena hukum dalam arisan berlaku hukum hutang piutang, dalam fikih muamalah terdapat kaidah,  

“Setiap piutang yang mendatangkan kemanfaatan/keuntungan, maka itu adalah riba.”  

Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah 29/533

Dimana riba merupakan salah satu hal yang diharamkan oleh Allah SWT, dimana Allah SWT berfirman,

“… padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba …”

Qs. Al-Baqarah : 275

Maka alangkah baiknya apabila acara makan-makan yang sering diadakan oleh pemenang arisan diganti patungan seluruh anggota arisan, karena mungkin saja yang memenangkan arisan juga sedang membutuhkan uang dari arisan tersebut.  

Wallahu a’lam bish-shwabi.  

***  

Oleh: 
Athif Amirudin Muhtadi, S.E. 
(Sarjana Ekonomi Syariah).

Apabila ada pertanyaan silahkan tuliskan dikolom komentar.

One thought on “Bagaimana Hukum Arisan menurut Islam?

Leave a Reply

Scroll to top