Disini saya akan menceritakan terkait pengalaman saya menangani Alergi Bayi di Umur Mpasi, yaitu menangani alergi anak sendiri. Anak sendiri baru memasuki umur untuk minum asi didampingi makanan pendamping.

Mengapa Alergi Bayi di Umur Mpasi?

Sebelumnya saya bukan dokter atau tenaga kesehatan, tetapi disini saya akan menceritakan pengalaman saya. Seorang bayi bisa memiliki alergi apabila salah satu atau kedua orang tuanya memiliki alergi. Apabila kedua orang tuanya memiliki alergi maka persentase untuk anaknya memiliki alergi adalah 70-80%.

Alerginya bisa jadi sama atau berbeda dari kedua orang tuanya. Dan masa MPASI adalah hal yang rawan untuk anak yang memiliki orang tua alergi.

Kebetulan saya dan istri memiliki alergi, saya sendiri alergi dengan obat sulfa yang menyebabkan badan hitam seperti terbakar dan juga alergi dingin yang menyebabkan bersin-bersin. Sedangkan istri memiliki alergi terhadap seafood yang tidak segar dan juga air dari kupasan bawang merah atau putih. Ternyata ketika anak memasuki masa mpasi baru ketahuan mempunyai alergi.

Cara Pencegahan dan Penanganan Alergi pada Bayi Umur Mpasi
Photo-by-henley-design-studio-on-unsplash

Mengetahui Anak Alergi

Pertama kali mengetahui anak alergi adalah ketika Qiana sedang memakan fortif dengan merk Yummy Bites Cereal Rasa Yogurth. Muka dan badan qiana merah dan anak pun nangis dan garuk-garuk di bagian merah tersebut. Saya pun menanyakan pertolongan pertama ke sepupu yang berprofesi sebagai Dokter.

Dan sepupu saya menyarankan untuk memakaikan bedak calicyl bayi dan juga memberikan obat alergi cetirizine anak sebanyak 2 ml (pipet obat). Akhirnya Qiana tidur dan kemerahannya pun mereda. Sorenya Qiana dibawa ke dokter spesialis anak dekat dengan rumah dan diberikan obat yang sama tetapi ditambah dengan salep.

Setelah mengingat-ingat ternyata Qiana sudah mengalami alergi sejak lama di umur 4-5 bulanan. Dimana ketika sedang main pernah membeli yogurth dan Qiana mencicipi sedikit, kemudian disekitar bibirnya menjadi merah dan terjadi 2 kali. Pada awalnya Saya dan Istri mengira merah itu karena Qiana menggigit kain gendongannya. Dan ketika tahu bahwa Qiana mungkin alergi yogurth ketika mencoba merasakan fortif dengan rasa yogurth.

Mungkin tidak alerginya dari susu? Kemungkinan tidak. Meskipun Qiana belum pernah meminum susu formula, Qiana dalam makanannya kadang ditambahi dengan keju (turunan susu). Saya pun bertanya kepada sepupu saya yang dokter dan berkesimpulan yang sama yaitu alergi yogurth.

Mengetahui Anak Alergi Ke Dua Kalinnya

Untuk kedua kalinya Qiana mendapatkan alergi dengan gejala yang berbeda yaitu badan merah ditambah dengan ada muntah dan diare. Ini karena Qiana makan Milna Wgain rasa ayam bawang, jadi jam 4 Qiana makan fortif sama bundanya. Kemudian baru dua sendok Muka Qiana mulai merah dan makan pun dihentikan, merahnya tidak separah waktu makan fortif yogurth.

Selang satu jam Qiana muntah dan kita pun memberikan minum dan obat alerginya. Jam 6.30 sore Qiana muntah lagi, dan akhirnya kita bawa ke bidan jam 7an. Sampai bidan Qiana di cek, selesai di cek dan lagi di pangku Qiana BAB tetapi cair banget dan popoknya tembus. Jadi memang kata bu Bidannya alergi itu kalau sampai muntah, biasanya selang beberapa jam ada indikasi diare. Kita pun dikasih obat untuk muntahnya dan diare nya kalau terus berlanjut.

Alhamdulillah sampai malam dan tidur Qiana tidak ada muntah atau diare kembali. Untuk yang satu ini kita tidak tahu apa yang menyebabkan dia alergi. Tapi semenjak saat itu Qiana jadi kurang suka untuk makan dengan fortif.

Pertolongan Pertama Kepada Anak Bayi Alergi

Base on dari pengalaman pertolongan pertama untuk anak bayi yang alergi adalah jangan panik. Cek dulu gejalanya apakah gatal, muntah, diare atau sesak nafas. Apabila ada kenalan dokter lebih baik konsultasikan dulu ke dokter jangan langsung kasih minum obat alergi. Untuk gejala gatal bisa dibantu dengan bedak calicyl bayi ke bagian anak yang gatal.

Baca Juga: Review Melahirkan dengan Batuk Bidan Desi Bekasi

Cara Mengetahui dan Mengatasi Anak Bayi Alergi

Ini ada beberapa saran yang ditemukan di Internet, setalah konsultasi sama dokter dan pengalaman pribadi.

Pertama, Usahakan Makanan Sama Untuk Beberapa Hari

Usahakan untuk menu mpasi si kecil sama untuk beberapa hari. Hal ini dimaksudkan untuk melihat apakah bayi kita alergi atau tidak pada jenis makanan tertentu. Misalkan Nasi dan Telur untuk 3 hari dan 3 hari selanjutnya nasi dan ayam. Begitupun dengan fortifnya ketika tidak ada alergi untuk beberapa hari gunakan rasa yang sama. Apabila terjadi alergi segera hentikan memakan makanannya.

Kedua, Ketika Membeli Makanan pastikan Bahannya

Jangan lupa ketika membeli makanan dari luar baik home made maupun fortif perhatikan bahan makanannya. Jadi ketika si bayi mengalami alergi minimal kita bisa menerka apa yang menyebabkan dia alergi. Apabila saran dari Bidan kemarin, untuk fortif lebih baik cek kandungannya dan foto jangan langsung di buang. Karena bisa menjadi komparasi apabila terjadi alergi kembali.

Ketiga, Jangan Takut Memberikan Makanan Pada Anak

Jangan pernah takut memberikan makanan kepada anak. Dengan berfikir apakah makanan tersebut menyebabkan alergi atau tidak. Untuk makanan yang biasanya tidak menyebabkan alergi berilah porsi yang lebih banyak seperti ayam, telur dan lain-lain. Sedangkan untuk yang bisa menyebabkan alergi lebih baik diberikan sedikit demi sedikit, contoh makanannya seperti seafood.

Keempat, Kasih Jarak Waktu untuk Cek Kembali Alerginya

Dari bacaan di Internet, alergi makanan ini bisa berubah-ubah atau bisa sembuh. Kecuali seafood yang biasanya tidak bisa sembuh. Untuk umur bayi yang baru mpasi memang sangat rawan dengan yang namanya alergi, tetapi selang beberapa bulan bisa jadi alergi itu hilang dengan sendirinnya.

Kelima, Jangan Terlalu Banyak Variabel dalam Pembuatan MPASI (Homemade)

Untuk homemade usahakan jangan terlalu banyak varaibelnya, hal ini agar memudahkan dalam mengidentifikasi ketika anak alergi makanan. Dan biasakan untuk memberikan makan yang sama selama 3 hari berturut-turut untuk melihat apakah anak memiliki gejala alergi atau tidak.

Keenam, Beli Fortif tanpa Alergen

Dari dokter anak yang memeriksa Qiana, menyarankan untuk membeli fortif tanpa alergen seperti milna goodmill. Dan juga menyarankan untuk Qiana meminum susu kedelai terlebih dahulu. Karena takutnya Qiana alergi dari protein susu sapi.

Artikel ini base on pengalaman pribadi dan penulis tidak memiliki background pendidikan kesehatan. Jadi sebelum melakukan pemberian obat, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu ke tenaga medis yang ahli seperti dokter anak atau bidan. Apabila ada dokter atau tenaga medis yang membaca artikel ini, jika ada informasi yang salah harap diberitahukan dikolom komentar terimakasih.