Sebulan belakangan ini sedang viral masalah vtube, bahkan menjadi gunjingan di dunia maya. Karena walau pun sudah diingatkan terkait kegiatan ilegalnya, para member mendukung vtube secara membabi buta. Padahal sudah ada terlihat bahwa aplikasi vtube mempunyai gelagat tidak normal kembali (legal).

Sekilas tentang Vtube

Vtube merupakan aplikasi yang dikeluarkan oleh PT Future View Tech, yang menjanjikan penggunannya keuntungan. Keuntungan yang didapat berbentuk Vtube Poin (VP) yang didapatkan dari menonton Iklan. VP sendiri tidak bisa dicairkan kepada perusahaan, tetapi dijual kembali sesama member. Sejak Juli tahun 2020 Vtube sudah dinyatakan ilegal oleh Satgas Waspada Investasi (SWI).

5 Alasan Aplikasi Adveritising Vtube Tidak Akan Normal Kembali

Dan dari akhir tahun sampai bulan maret tahun 2021 ini banyak santer beredar bahwa Vtube sedang mengurus izin. Yang sampai tanggal 20 Maret ini aplikasi vtube masih dalam status ilegal. Namun, lucunya belum juga izin selesai diurus manajemen telah mengeluarkan aplikasi baru yaitu Viplus.

Karena banyak informasi diinternet yang mengatas namakan manajemen vtube, bagaimana viplus bekerja. Pertama, menjadi pengganti vtube dan Kedua, menjadi alternatif sebelum vtube menjadi legal. Tapi hal ini bisa menjadi indikasi bahwa manajemen sedang cuci tangan.

Aplikasi Vtube Tidak Kembali Normal Diblokir Satgas Waspada Investasi

Apabila anda whatsapp nomor resmi OJK dengan mengetik nama vtube atau PT Future View Tech maka akan muncul balasan seperti dibawah ini.

PT Future View Tech (VTube) termasuk dalam daftar entitas yang dihentikan kegiatannya oleh Satgas Waspada Investasi (SWI) sesuai dengan Lampiran II Entitas Ilegal Juli pada Siaran Pers SWI tanggal 3 Juli 2020 yang dapat dibaca pada tautan berikut.

SWI juga telah melakukan pertemuan lanjutan dengan VTube pada tanggal 7 Juli 2020 dengan keputusan sebagai berikut :

  1. PT Future View Tech tidak dinormalisasi karena kegiatannya tidak ada izin usaha yang sesuai. Jika sudah memiliki izin usaha yang sesuai dengan kegiatan usaha, maka akan dilakukan normalisasi oleh Satgas Waspada Investasi.
  2. PT Future View Tech tetap diblokir situs dan aplikasinya, serta menghentikan kegiatan usahanya.
  3. PT Future View Tech akan dicabut Tanda Terdaftar oleh Kominfo karena melakukan kegiatan investasi ilegal.
  4. PT Future View Tech melakukan penertiban komunitas yang menawarkan paket.
  5. PT Future View Tech berkoordinasi dengan BKPM terkait perizinan yang dibutuhkan

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka PT Future View Tech (VTube) tetap merupakan entitas ilegal yang harus menghentikan kegiatan usahanya sampai diperoleh perizinan yang diperlukan.

Satgas Waspada Investasi (SWI) adalah Satuan Tugas Penanganan dan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi yang diketuai oleh OJK. SWI merupakan forum koordinasi yang beranggotakan 13 Kementerian dan Lembaga yang bertujuan untuk menjalin sinergi serta memperkuat kerjasama dalam mencegah dan menangani maraknya tawaran dan praktek investasi ilegal.

Alasan Vtube Tidak Kembali Normal

Ada beberapa alasan vtube tidak akan bisa kembali normal seperti dulu atau menonton iklan dibayar VP, karena kurang lebih ada 5 alasan yang membuat aplikasi vtube susah untuk menjadi normal kembali.

Baca Juga: Sebentar Lagi Bisnis Vtube Legal, Hal Ini Perlu Diperhatikan Vtuber!

Pertama, Penertiban Komunitas Aplikasi Vtube

Penertiban komunitas ini merupakan salah satu syarat yang diberikan Satgas Waspada Investasi kepada PT Future View Tech atau Aplikasi Vtube agar menjadi normal kembali atau legal. Hal ini akan sangat memberatkan perusahaan, karena yang dimaksud menertibkan komunitas ini adalah tidak ada lagi yang menawarkan paket.

Paket yang dimaksud disini adalah Fastrack, atau cara cepat untuk menaikan level member member. Semakin tinggi level maka keuntungan atau VP yang didapat menjadi besar. Hal ini tidak mungkin dihapuskan karena apabila tanpa Fast Track maka VP tidak akan terjual sesama member.

Apabila paket tidak ada lagi maka VP tidak akan bernilai, kemudian akan semakin banyak member yang kecewa. Karena tidak bisa mencairkan VP, apalagi member yang telah melakukan Fast Track.

Kedua, VP dibeli Oleh Perusahan Aplikasi Vtube

Hal ini kemungkinan yang tidak bisa di penuhi oleh manajemen pt future view tech, karena beban yang ditanggung oleh manajemen akan sangat besar. Menurut pengakuan member untuk saat ini member yang aktif telah mencapai jumlah 15 juta orang.

Vtube menawarkan kepada membernya akan memberikan VP sebanyak 0,3 setiap harinya apabila menyelesaikan semua misi nonton iklan, dan imbalan tersebut bertambah bila melakukan Fast Track (Naik Level). Kita asumsikan semua member berada dilevel yang sama yaitu level paling bawah dengan mendapatkan 0,3 VP.

Maka apabila semua member berada di level yang sama dengan mendapatkan 0,3 VP, dalam sehari terproduksi 4,5 juta VP. Sedangkan VP bernilai 1 dolar atau sekarang karena sudah dirupiahkan menjadi kurang lebih 14 ribu rupiah. Dalam sehari Perusahaan PT Future View Tech harus mengeluarkan uang sebesar 63 Milyar. Uang dari mana Vtube membayar uang sebanyak itu, belum lagi yang melakukan Fast Track.

Ketiga, Perizinan VP Menjadi Uang Elektronik

VP menjadi uang elektronik jelas merupakan sebuah keinginan yang diharapkan oleh member vtube. Dimana VP saat ini tidak bisa dibelanjakan dimana pun dan apabila nekat maka akan dikenakan sanksi pidana. Sebenarnya Vtube telah merencanakan bahwa mereka akan menjadi ecommerce di fase ke dua dan VP bisa digunakan untuk berbelanja.

Namun, melihat legalitas saja tidak diurus maka akan susah mendapatkan izin dari Bank Indonesia. Sekelas Bukalapak dan Tokopedia saja tidak bisa mendapatkan izin tersebut. Apalagi nilai VP yang ditawarkan oleh Vtube tidak lazim sebagai uang elektronik yaitu 1 VP sama dengan 14 ribu rupiah.

Keempat, Legalitas Tidak Diurus

Apabila mendengar dari manajemen Vtube maka dari bulan kemarin sudah ada wacana izin atau legalitas sudah 90%. Hal ini sangat lucu karena hal tersebut merupakan klaim dari manajemen Vtube sendiri. Mengapa saya bilang demikian? Karena dari pihak OJK atau SWI sendiri belum ada membicarakan sudah sampai mana vtube mengurus izin.

Dan juga untuk mendapatkan izin baru seperti Izin Usaha Industri dan PSE Kominfo saat ini sangat mudah. Karena sekarang semua perizinan akan dikeluarkan terlebih dahulu, sebelum persyaratannya terpenuhi. Bisa dilihat dari surat legalitas yang sering di share oleh member vtube, pasti terdapat persyaratan yang harus dipenuhi oleh vtube. Khusus Izin Usaha Industri Vtube sebelumnya tidak sesuai dengan usaha yang dijalankan yaitu periklanan, sedangkan izinnya adalah servis komputer.

Kelima, Dua Perusahaan tetapi Aplikasi Berbeda

Manajemen Vtube telah mengeluarkan Aplikasi terbaru yang bernama Viplus. Aplikasi ini diklaim sebagai fase ke 2 ecommerce aplikasi Vtube. Dan juga diklaim sebagai aplikasi pengganti untuk menunggu aplikasi vtube launching kembali (Normal/ legal). Viplus sendiri berdiri dengan PT yang berbeda yaitu PT Komunitas Cerdas Indonesia.

Namun, ini adalah indikasi bahwa manajemen sudah menyerah dengan Vtube dan membuat aplikasi baru yang jelas berbeda dengan sebelumnnya. Karena biasanya apabila dalam satu perusahaan memiliki jenis bidang yang berbeda maka akan dibuatkan anak perusahaan baru tetapi berada di aplikasi yang sama.

Contohnya seperti Gojek dengan Gopay, Gojek berada dibawah naungan PT Karya Anak Bangsa, sedangkan Gopay berada dibawah naungan PT Dompet Karya Anak Bangsa. Walau pun berbeda perusahaan karena masih berkesinambungan maka disatukan dalam aplikasi.

Apabila melihat kasus vplus dan vtube, sepertinya manajemen tidak mempunyai niatan untuk membereskan terlebih dahulu izin dari vtube. Karena develop aplikasi baru lebih lama prosesnya dibandingkan dengan menambah fitur di aplikasi lama. Pada waktu pertengahan februari 2021 manajemen vtube memberikan pengumuman bahwa Vtube sedang melakukan update dan akan launching pada awal Maret. Dan pada akhirnya seperti kita tahu, berbeda seperti yang dijanjikan. Masih mau ngikutin kata manajemen atau leader yang berbohong?

Sekian artikel kali ini, Jangan lupa share apabila artikel ini bermanfaat. See Yaa.